Warga Nanggap Wayang Lakon Semar Mbangun Kahyangan

METRO – Ratusan masyarakat Sumbersari Bantul, Kecamatan Metro Selatan antusias nontong bareng seni budaya pagelaran wayang kulit semalam suntuk bercerita tentang lakon “ Semar MBangun Kahyangan” yang dimainkan dalang Ki. Bambang Mudho Carito dari Way Seputih Kabuoaten Lampung Tengah.

Diketahui kegiatan yang bertepatan dengan malam satu sura dan juga dalam rangka bersih desa, ataupun HUT ke-79 Tahun 2017 Kelurahan Sumbersari Bantul,digelar di Rumah Pak Tarno Jl.Cendrawasi RT13 RW03 Kelurahan setempat, kamis (21/9) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Sumbersari M.Rafiudin mengatakan, bahwa pagelaran wayang kulit ini kegiatan rutin setiap tahun tepat pada malam suro atau peringatan tahun baru Islam 1439 H. Masyarakat cukup antusias dalam menyaksikan pagelaran seni wayang kulit yang merupakan salah satu metode Kemsos (Komunikasi Sosial).

“Totonan wayang kulit ini sangat kreatif, dapat memberikan banyak pembelajaran baik tentang kehidupan dan sebagai wadah ajang silahturahmi antar masyarakat. Tentunya juga sebagai bentuk rasa bersyukur atas kesejahtrakaan masyarakat Sumbersari guyup dan rukun,”tuturnya.

Sebelum pagelaran wayang kulit digelar, kata dia warga Sumbersari Bantul juga mengadakan gotong royong bersih-bersih lingkungan hingga doa bersama. “ Bersih desa ini sebagai bentuk rasa syukur warga Sumbersari atas segala nikmat yang telah diberikan Nya. Terutama nikmat sehat dan murah rezeki,”ungkapnya.

Sementara itu, kedatangan Walikota Metro A.Pairin, S.Sos yang mengenakan baju batik warna kuring emas disambut antusias warga Sumbersari dan beberapa tamu undangan yang hadir.

Orang nomor satu dijajaran Pemkot Metro ini mengaku bangga dengan gelaran bersih desa tersebut. Sebab warga Sumbersari berusaha melestarikan dan mempertahankan seni budaya leluhur yakni wayangan.

“Sangat miris melihat seni wayang sudah mulai terpinggirkan saat ini. Mumpung belum tergerus oleh zaman, saya mendukung penuh bila masyarakat nanggap wayang untuk melestarikan,  agar generasi muda juga paham dengan warisan budaya. Diharapkan pagelaran wayang bukan sekedar menjadi tontonan namun juga harus menjadi tuntunan,”ujarnya. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com