Tiga Tahun Berturut-Turut, Kepala Sekolah SDN 1 Buyut Baru Diduga Selewengkan Dana Bos

LAMPUNGTENGAH- Dalam kurun waktu tiga tahun berturut-turut Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Buyut Baru Kecamatan Seputih Raman Lampung Tengah (Lamteng) di duga menyelewengkan Dana Bantuan Oprasional Sekolah (Bos),

Diketahui,sejak tahun 2016 hingga tahun 2018,I Ketut Putra,S.Pd selaku Kepala Sekolah telah menyelewengkan Dana Bos yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah

Hal itu terungkap berawal dari keluhan para dewan guru sekolah setempat. Dengan raut wajah kecewa mereka mengungkapkan keburukan kepala sekolah selama ini

“Selain kepala sekolah jarang masuk, kegiatan Ekstrakurikuler anak didik dari anggaran yang tertera hanya memberikan uang sebesar Rp.20.000 saja untuk transport guru dan untuk keperluan lain tidak ada harus irit,” cetus salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, bendahara sekolah dan penerima Dana Bos menambahkan. Selama ini tugasnya hanya mengambil uang saja jika sudah cair dana tersebut langsung diserahkan kepada kepala sekolah

“Saya tidak tahu menahu masalah duit ini mas. Hanya saja anggaran makan minum seperti gula kopi sebesar Rp.2,000,000. Itu pun dipangkas lagi sebesar Rp. 1,500,000,dan yang diberikan ke saya hanya Rp. 500,000 itu saja yang diberikan selama tahun ajaran baru hingga selesai, dengan alasan anggaran tidak ada, pemerintah sana gak ngasih duit ini aja sudah cukup,” jelasnya dengan nada sedih kecewa

Para dewan guru SDN 1 Buyut Baru berharap agar pihak terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan serta Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah segera mengusut tuntas kasus ini,

“Selama ini kepala sekolah bekerja tidak sesuai tugasnya untuk membangun dan mendidik anak murid,malah dewan guru dibuat susah, ditambah lagi fasilitas sekolah seperti meja kursi dan lemari di perpustakaan sudah tidak dapat di pakai lagi,dan juga ruangan kelas banyak yang rusak,seperti atap jebol jikala hujan ruangan banjir akibat bocor,” tambahnya

Merasa malu kepada wali murid,para dewan guru pun meminta agar secepatnya kepala sekolah segera dilaporkan dan ditindak, “Kami malu mas sama wali murid, sekolah kumuh,tambah rusak, bukan tambah bagus. Kami berharap kepala sekolah diganti dengan yang baru agar sekolah ini bisa lebih baik lagi kedepannya,” harapnya.(TIM)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com