Terinspirasi Majalah Bobo

n ama Muhammad Anugrah Utama kini mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat Kota Metro. Dia adalah salah satu penulis muda berbakat asal Bumi Sai Wawai.

Usainya yang baru belasan tahun tersebut telah mampu menarik simpati masyarakat melalui karya tulisnya berjudul Obladi Maria Diabla. Buku tersebut menceritakan tentang fantasi yang epik dengan karakter-karakternya. Seperti Kimbereley Orianna si Telekinesis dan beberapa temannya seperti Calixto, Jacky-Jack, Molly, dan Kim.

”Buku ini saya tulis dari seringnya saya membayangkan sesuatu dan seringnya melakukan sesuatu kesalahan. Saya sering membayangkan bagaimana saya memperbaiki kesalahan itu di masa lalu. Selain itu, saya juga sering membayangkan bagaimana masa depan kita yang akan datang. Nah melalui tulisan itulah saya bisa mencurahkan isi di hati saya,” ujarnya.

Menurutnya, dalam buku tersebut tertulisa mengenai masa depan yang di bayangkannya. Seperti salah satu kutipannya menjelaskan bahwa lebih baik tidak mengetahui masa depan daripada hanya menimbulkan kekhawatiran.

”Masa depan yang kalian bayangkan, hanya setengahnya yang berupa kenyataan. Setengahnya berupa kekhawatiran dan harapan kita. Namun, kita tidak tahu mana yang nyata, yang mana yang hanya harapan. Alangkah lebih baiknya jika kita tidak mengetahui masa depan agar hidup lebih bermakna,” jelas salah satu kutipan beritanya.

Sementara itu, ketika ditanya awal mulanya meluis, putra Lexsi Mufahir ini mengaku, bakatnya menulis mulai muncul dari hobinya membaca. Diusianya yang menginjak memasuki kelas 3 SD ia mulai belajar menulis. Ketika itu, setiap pagi ia selalu menunggu loper koran mengantarkan majalah Bobo favoritnya.

”Kalau anak-anak jaman sekarang kan, hari minggu anak-anak asik nonton TV dan main gadget. Kalau saya dulu sudah di depan rumah menunggu majalah bobo dan koran ayah saya. Selain itu saya juga sering membaca novel-novel anak, jadi dari situlah saya terinspirasi untuk menulis. Seperti salah satunya terinspirasi dari majalah bobo,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, kebiasaanya menulis juga berawal dari menulis-menulis di status Facebook. Ia yang memang memiliki sifat terbuka, bisa mencurahkan bakatnya menulis melalui facebook. ”Dari facebook saya juga bisa menulis. Saya juga senang jika ada yang memberi tanggapan dalam tulisannya di facebook,” tuturnya. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com