Tahun Politik, Rudiantara: Percaya Media Terverifikasi Dewan Pers

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta publik hanya mempercayai informasi dari media, terutama media online, yang sudah terverifikasi resmi di Dewan Pers dalam menyambut tahun politik 2018 dan 2019.

Imbauan itu muncul setelah Rudiantara mendapati hasil survei terbaru dari lembaga Edelman, yang menyebutkan bahwa dari sekitar 43 ribu media online di Indonesia, baru sekitar 500 di antaranya yang terverifikasi.

“Jadi kebanyakan atau mungkin hampir seluruhnya media online yang ada masih belum terverifikasi,” ujar Rudiantara di sela peresmian gedung Grha Suara Muhammadiyah di Yogyakarta, Ahad, 25 Februari 2018.

Belum adanya verifikasi dari ribuan media-media itu patut dipertanyakan apakah isi dan kontennya bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya atau tidak.

Rudi mengatakan, dalam survei terbaru Edelman tersebut, sebenarnya ada sisi positif yang bisa dipetik Indonesia. Dari total 28 negara yang disurvei, kepercayaan publik di 22 negara terhadap media arus utama, seperti cetak dan elektronik, mengalami penurunan. Namun justru di Indonesia sebaliknya. Kepercayaan publik pada media arus utama meningkat tajam, sementara kepercayaan pada media online dan sosial menurun drastis.

“Kepercayaan publik Indonesia pada media arus utama di posisi kedua tertinggi setelah Tiongkok,” ucap Rudiantara.

Rudiantara menambahkan, dengan maraknya hoax yang tersebar melalui media online dan sosial saat ini, Indonesia butuh sumber informasi tepercaya. Dalam kesempatan peringatan Suara Muhammadiyah ke-103 itu, Rudiantara pun berharap media tersebut berperan sebagai sumber informasi tepercaya bagi publik.

“Indonesia butuh rujukan informasi yang lebih berkualitas. Media harus profesional dan menjunjung kode etik menyuarakan kebenaran,” ujarnya. (tempo.co)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com