Setelah Dilantik, Ini Kata Dua Kasi Kejari Yang Baru

METRO – Serah terima jabatan (sertijab) Kasi Pikdum dan Kasi Pidsus berjalan lancar. Iwan Setiadi, menggantikan Mulyawan, sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pikdum). Sedangkan Dipto Brahmono, menggantikan Iskandar Welang, sebagai Kepala Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus). Sertijab tersebut berlangsung di aula Kejaksaan N egeri Metro, Rabu (28/2/2018).

Kepala Kejaksaan Negeri Metro, Ivan Jaka, menjelaskan, kedua kasi yang dilantik masih tergolong memilikii umur yang muda. “Sekarang kebetulan masih semangat-semangatnya sama Kasi Pidsus yang baru. Mohon dukungannya, tentunya dukungan ini untuk bagaimana terhadap semua anggaran pembangunan di wilayah Kejaksaan Negeri Metro ini bersih dari KKN, bersih dari korupsi. Tentunya nanti jika ada temuan, atau dari simpangan yang lain, kita akan tindak lanjuti,” ucapnya setelah acara sertijab selesai.

Ivan berharap, kinerja kedua kasi yang baru saja dilantik, bisa menunjukan kinerja yang baik. “Tentunya saya berharap mereka mampu menunjukan kinerja yang baik. Justru kalau bisa mereka harus bisa melampaui kinerja kasi yang sebelumnya,” terangnya.

Sedeangkan Iwan Setiadi, Kasi Pikdum yang baru, akan meneruskan kasus-kasus di masa jabatan Kasi Pikdum sebelumnya yang belum terselesaikan. “Tentunya saya akan melanjutkan semua kasus yang belum selesai. Saya akan bekerja sebaik mungkin. Apalagi ini menuju pilkada, jadi kita harus lebih insentif lagi dalam mengerjakan tugas kita,” tuturnya.

Masih dalam waktu yang sama, Dipto Brahmono, Kasi Pidsus yang baru menjelaskan, tidak ada target dalam jabatannya tersebut. “Saya rasa, ke depan tidak ada target ya. Kalau ada target, berarti kita mengharapkan ada kesalahan. Akan tetapi, kitakita akan melayani sepenuh hati dan menindak lanjuti semua permasal;ahan yang masuk. Semoga ke depannya lebih baik lah Kota Metro ini,” tandasnya. (pan)

News Reporter

1 thought on “Setelah Dilantik, Ini Kata Dua Kasi Kejari Yang Baru

  1. Pak kasi pidsus ada dpo yg belum ditangkap dari zaman iskandar welang,,, padahal kasi pidsus yg lama sdh tahu tempat persembunyian Abdul Mukti (DPO kasus tipikor). Apalagi DPO dapat bebas keluar masuk kota metro tanpa ditangkap. Kasihan pak yg punya perusahaan gak tahu menahu dihukum, sementara DPO beberapa kali terlihat ada di kota metro. Kasusnya gak jelas katanya kasus korupsi koq tidak ada dari dinas yg mencairkan uang tdk diusut., gak jelas tuh kejaksaan kata Direktur yg ditahan. Padahal PPk nya gak punya sertifikat, trs konsultan dan pengawasnya menyatakan sdh sesuai dg spesifikasi dan pernyataan selesai 100%. Kasihan Hukum di negeri ini, ayo siapa yg berani menguaut kasus ini “Pembangunan SMA N 6 T A 2014”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com