SD Aisyiyah Poncowati, Study Banding ke MIM Hadimulyo Metro

METRO – Menjadi barometer di antara sekolah sekolah lain, membuktikan bahwa kualitas pendidikan yang diterapkan di sekolah ini begitu baik, maju, terarah, dan terukur dalam membina murid murid di sekolah.

Terbukti dengan sering dikunjungi dari sekolah lain, sebagai bahan edukas (Pembelajaran) dan literisi (Rujukan), MIM Hadimulyo didatangi dari perwakilan guru SD Aisyiyah Poncowati, yakni Renita Ulfa Alfina, dan Maulina Amana Bela. Study banding disambut hangat oleh Kepala Madrasah, guru dan staff MIM Hadimulyo. Kegiatan yang dilakukan, sharing seputar perkembangan sekolah dan ekstrakurikuler, khususnya dalam bidang pelajaran keislaman.

Penasaran wartawan koran ini pun terjawab, bahwa sekolah yang menerapkan pembelajaran keislaman, yang lebih banyak mengupas cara pembajaran tahfidz dengan menggunakan metode One Day One Colour, Jumat (4/09/2020).

Wartawan koran ini pun semakin penasaran, apa itu One Day One Colour, langsung menanyakan hal tersebut kepada Maghfiroh Ahmad selaku Waka Ismuba.
“One Day One Colour yang diterapkan MIM Hadimulyo dengan menggunakan 3 nada rendah, sedang, dan tinggi serta menghafal surat berdasarkan blok warna setiap harinya. Sistem pembelajaran yang dipakai untuk kelas tahfidz yaitu sistem klasikal, kemudian masuk halaqah yang dipandu oleh 1 orang guru dengan maksimal 6 anak, satu persatu membaca dengan makhruj dan tajwid yang benar sehingga anak itu mudah belajar dan menghafal dengan baik serta benar,” ujarnya.

Selain, one day one colour juga memperkenalkan Madrasah Diniyah (Madin) Al-Hikmah. Bahtiar mengatakan bahwa, Madin bagian dari MIM Hadimulyo, diluar dari jam pembelajaran yang di ampu oleh 1 ustadz atau ustadzah dengan 10 santri, menggunakan metode one day colour. “Selain itu, Madin sendiri bertujuan untuk menuntaskan baca tulis Al Qur’an,” ungkap Direktur Madin.

Lebih lanjut dikonfirmasi bahwa Madin yang juga menyokong program madrasah diharapkan santri sudah hafal minimal 3 jus, “Diharapkan anak MIM Hadimulyo yang merupakan santri Madin, memiliki modal hafalan Alquran minimal 3 jus, baik ibadahnya dan berkarakter Islami,” tambah Bahtiar.

Ekstrakurikuler menjadi bahasan selanjutnya, di MIM Hadimulyo setiap Sabtu melakukan ekstrakurikuler yang diampu oleh guru pembimbing sebagai langkah mewujudkan sekolah yang maju. (Pemuda)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com