Ria : Siswa Dikeluarkan Bisa Jadi Bumerang

METRO – Terkait dikelurkanya Ikram Ibrahim siswa kelas VIII/D SMPN 7 Metro, dikembalikan kepada wali murid bisa menimbulkan permasalahan baru di Kota Pendidikan.

Bukankah seharusnya siswa yang bermasalah dengan hukum dilarang dikeluarkan dari sekolah. Sebaliknya, mereka seharusnya diberikan pembinaan. Namun, ternyata tidak berarti bagi Kepala SMPN 7 Metro. Ia malah mengeluarkan Ikram Ibrahim dengan alasan siswa tersebut dinilai nakal dan sering membuat keributan.

Menggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Ria Andari, M.Pd  menyatakan bahwa dirinya belum mengatahui seperti apa duduk permasalahanya.

“Saya sudah instuksikan kepala bidang dan stafnya untuk mengecek ke sekolah. Kita akan lihat dulu apa persoalanya, dan saya akan memangil kepala sekolah untuk klarifikasi kenapa anak didiknya bisa dikeluarkan,”tegas Ria saat dikonfirmasi awak media usai menghadiri pengukuhan pengurus Dewan Kesenian Kota Metro, digedung Nuwo Budayo Kota Metro, Selasa (7/11/2017).

Lebih lanjut, kata Ria ada dua kemungkinan siswa tersebut bisa sampai dikeluarkan dari sekolah. Salah satunya nakal dan bisa kemungkinan berdampak mengganggu siswa keseluruhan.

“Ini kan bisa jadi bumerang kita juga, jadi sekolah menganggap siswa tersebut akan mengganggu proses pembelajaran. Dari pada satu siswa mengganggu yang banyak, tapi apa yang menjadi masalah yang paling urgent di sekolah tim baru turun kesekolah mencari data seperti apa duduk permasalahanya,”bebernya.

Dikeluarkanya siswa, tambah Ria tergantung kesalahan anak didik. Kalau siswa ini sudah berkali-kali diingatkan dan sudah tidak bisa ditoleransi lagi wajar bila diberi sanksi hukuman sampai dikelurkan dari sekolah.

“Pihak sekolah harus ada ketegasan. Bila siswa ini tetap dibiarkan di sekolah akan berdampak mengangu proses belajar mengajar. Sikap yang diambil pihak sekolah itu benar dengan mengeluarkan siswa tersebut. Tapi ini belum final kita akan rapat dengan Kepsek kalau bisa dilakukan pembinaan dan siswa tersebut agar bersekolah kembali, karna tidak ada anak Metro yang putus sekolah,”pungkasnya. (*)

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com