Polres Periksa Penyelenggara Offroad

METRO – Sudah sepekan ini, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Metro belum bisa menyimpulkan kronologis kasus meninggalnya Komang Heriyanto peserta Bumi Sai Wawai Adventure Offroad 2017. Diketahui Komang meninggal diarena sirkuit Tejosari Metro Timur akibat tertipa kuda besinya.

“Penyidik baru memanggil 7 orang crew penyenggaran Indonesia Offroder Federation (IOF) Pengcab Metro, untuk dimintai keterangan soal Insiden maut. Isi pemanggilan klarifikasi mengenai pelaksanaan penyelengara. Apakah sudah memenuhi Standar Oprasional prosedur (SOP) yang diterapan dilapangan, apa belum, ” terang Kasat Reskrim Polres Metro AKP Tri Maradona, S. IK, Sabtu (29/7).

Tak hanya pihak penyelengara. Kita juga sudah memanggil tim medis kesehatan lapangan. Sebab pada saat insiden mereka membantu evakuasi korban kedalam mobile ambulan langsung dilarikan ke Rumah Sakit A. Yani Kota Metro.

“Saksi utama adalah sang Navigator yakni Natalis Sinaga yang berada satu mobil bersama korban. Natalis belum bisa kita mintai keterangan, sebab masih dalam keadaan sakit dan terlihat shock,”cetusnya.

Usai insiden kecelakaan, timpal Tri para panitia langsung menderek mobil ke atas. Tim rombongan langsung membawa mobil tersebut pulang ke Lamteng.  Rekaman atau foto bukti -bukti fisik mobil tersebut terguling tidak ada yang mengabadikan, jadi kita sedikit kesulitan mengumpulkan dokumen dilapangan.

Penyidikan tidak akan berhenti sampai disini.  Pasti akan kita tindak lanjuti sampai tuntas, kenapa peserta Offroad tersebut tertimpa mobilnya sendiri, sedangkan Navigatornya selamat, meskipun mengalami luka berat.

“Senin besok kita ambil keterangan Navigator, setelah itu keterangan Ketua IOF Pengcab Metro. Setelah semua selesai,  kita priksa fisik kerusakan mobil. Keterangan mereka singkron tidak dengan data dilapangan. Baru akan kita ekspos, dalam hal kasus ini. Apakah kelalaian penyelengara  atau memang kesalahan peserta Offroad itu sendiri, “pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Insiden kecelakaan yang dialami offroader Nyoman Ariyanto yang dikenal dengan nama Komang Hariyanto mendapat perhatian dari sejumlah pengamat hukum.

Hal tersebut khususnya menyangkut mengenai standar keamanan dan kelayakan kendaraan bagi peserta. Karenanya polisi diminta untuk mengusut tuntas persoalan tersebut khusus pihak penyelenggara Indonesia Offroad Federation (IOF) Pengurus Cabang Kota Metro.

“Meskipun ini adalah kecelakaan tunggal dalam insiden di arena sirkuit, secara profesional penegak hukum, dalam hal ini kepolisian harus mengusut tuntas kasus yang merenggut nyawa peserta offroad. Apakah pihak penyelengara sudah memperhatikan standar operasional prosedur (SOP). Seperti kelayakan kendaraan, cek kesehatan joki, dan peralatan lainnya,” cetus Edy Rudianto pengamat hukum.

Menurut mantan Offroadder asal Kota Metro ini, arena medan sirkuit di Tejosari tersebut tidaklah seekstrim yang dibayangkan. Hanya ada beberapa kelokan dan tanjakan, namun sudah layak dikatagorikan untuk acara–acara ayau event Adventure Offroad.

“Yang menjadi pertanyaan publik saat ini. Sebelum star dan hari H pelaksanaan, apakah kendaraan para peserta sudah memenuhi ketentuan pihak IOF. Sebab informasi yang beredar joki tersebut yakni almarhum Komang tidak memakai sabuk pengaman (Saftbell) pada saat tancap gas di medan berat tanjakan berlumpur,” ungkapnya.

Menurutnya, jika tidak memenuhi ketentuan, hendaknya tidak dipaksakan. Sebab permainan offroad membutuhkan nyali dan mental terutama sehat jasmani dan rohani. “Bila perlu uji tes kesehatan, pihak penyenggara IOF harus bener–benar jeli memperhatikan. Bahaya dan resiko para peserta saat berada di medan berat,” cetusnya.

Pihaknya berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi. “Karena namanya musibah tidak ada yang tahu, paling tidak sudah memenuhi ketentuan untuk meminimalisir insiden kecelakaan di arena sirkuit. Meskipun kecelakaan di arena, pihak kepolisian juga harus olah tempat kejadian untuk memastikan kebenarnya. Dan memanggil ketua Pengcab IOF Kota Metro menjabarkan seperti apa kronologisnya, agar tidak simpang siur informasi yang diberikan kepada masyarakat,” tandasnya.

Diketahui, kemeriahan adventure offroad yang digelar Indonesia Offroad Federation (IOF) Pengurus Cabang Kota Metro, di arena sirkuit Tejosari Kota Metro berubah duka. Acara yang diikuti sebanyak 55 Offroader se-Lampung tersebut berubah histeris lantaran salah satu peserta Nyoman Ariyanto yang akrab disapa Komang Herianto (42) mengalami insiden kecelakaan hingga merenggut nyawanya.

Korban yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit A.Yani Kota Metro, sekitar pukul 11.20 WIB akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah tertimpa mobil offroad yang dikemudikannya, Sabtu (22/7).  Diketahui Komang tercepit kuda besinya dan mengalami pendaraan cukup hebat di telinganya. (*)

Djohan : Korban Keluar dari Mobil

Keluarga Ihklaskan Melepas Almarhum Komang

Saat Kejadian, Komang Satu Mobil dengan Natalis Sinaga

Offroad Berujung Maut

Polres Masih Dalami Offroad Maut

Panitia Stop Event, Galang Dana Untuk Korban

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com