Polres Bantu Amankan Pembongkaran PKL

METRO – Wakapolres Metro, Kompol Reza pimpin apel konsulidasi pangamanan proses penertiban pedagang kaki lima (PKL). Apel digelar didepan kantor Pemkot Metro, pukul 17.00 WIB,  Rabu (6/9/2017).

Diketahui aparat kepolisian akan ikut membantu Sat Pol PP dalam pengamanan proses penertiban di lima titik, yakni di jalan Agus Salim, Cut Nyak Dhine, Lorong Antar Pasar Candrawasi dan Kopindo Jl.Kh. Arsyad dan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Terminal Kota Metro.

Dalam kesempatan tersebut, Kabag OPS Polres Metro, Kompol Jamaludin, SH mengarakan kepada anggotanya untuk fokus mengamankan proses penertiban.

“Proses penertiban akan berlangsung hingga larut malam. Semoga berjalan lancar tanpa halangan, kita hanya mengamankan situasi wilayah pembongkaran bukan ikut melakukan pembongkaran,”terangnya.

Diberitakan sebelumnya,  Pemkot Metro melalui Dinas Perdagangan (Disdag)  Kota Metro sudah memberikan surat pemeritahuan tertulis kepada PKL.

“Sudah kita berikan agar secepatnya PKL mengosongkan lokasi tersebut. Mau tidak mau akan kita bongkar paksa,” tegas Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro, Leo Hutabarat, SH, saat dikonfirmasi usai rapat bersama stakeholder terkait persiapan pembongkaran PKL di OR Setda Metro, Jumat (25/8/2017).

Dalam hal itu, kata Leo Pemkot sudah menyiapkan alternative  tempat berdagang yang sudah kami rekomendasikan beberapa lokasi.  Eks kopindo lantai II (Khusus Makanan, Produk Kering, dan Ikan Asin), dengan menghubungi pengembang PT. Satria Sukarso Wawai – PT Tiga Satu Mandiri Prima JO, lalu pasar basah di Terminal Kota (Khusus Ikan, Daging, Ayam, Sayuran dan Bumbu Dapur), dengan menghubungi pengembang  PT. Satria Sukarso Wawai – PT Tiga Satu Mandiri Prima JO.

Kemudian pasar Tejoagung berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan (UPT Wilayah IV), dan pasar dekat sungat bunut dengan menghubungi pengembang yang bersangkutan.

“ Data sementara dari total 340 PKL, 140 diantaranya sudah ikut undian. Tinggal sisanya nanti, tapi sudah jelas pemkot sudah memberikan jeda waktu yang cukup lama agar para PKL siap-siap mengosongkan lokasi tersebut. Bila tetap bersikekeh bertahan dilokasi, terpaksa akan dibongkar paksa,”pungkasnya.

Sementara itu, Sekertaris Kota (Sekkot) Metro, Nasir AT mengatakan, bahwa para unsur yang terlibat dalam penertiban 6 September mendatang diminta untuk mengutamakan Standar Operasional Pekerjaan (SOP) dalam melakukan pembongkaran lapak pedagang.

“Kepada peserta yang hadir agar dalam bertindak mengutamakan SOP masing-masing yang telah ditetapkan. Dikarenakan penertiban melibatkan banyak unsur yang terdiri dari TNI, Polisi, Pol PP, dan unsur lainnya yang terlibat. Dengan jumlah personil 267 orang, hindari juga kekerasan dalam menangani persoalan yang terjadi di lapangan,” ujarnya. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com