Polisi Selidiki Ketertiban Anggota

METRO – Kepolisian Resort (Polres) Kota Metro terus melakukan penyelidikan atas  penemuan dugaan alat hisap sabu (bong) beserta sisa pakai narkoba jenis sabu di dalam  mobil dinas (Randis) Lampung Timur. Pasalnya penyelidikan juga dilakukan termasuk adanya keterlibatan anggota dalam penemuan tersebut.

Itu menyusul ditemukannya alat hisab sabu (bong) dan diduga sisa pakai narkoba jenis sabu yang dikemas di dalam pirek di dalam kendaraan dinas (Randis) Toyota Kijang LGX warna biru dengan nomor polisi BE 2026 NZ di Jalan Hasanudin, Imopuro, Metro Pusat, Minggu (8/10/2017).

Dikonfirmasi awak media, Waka Polres Kompol M. Reza Chairul Akbar Sidik membenarkan penemuan tersebut. Diakuinya, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap penemuan Randis dan alat hisap beserta sisa sabu tersebut didalam mobil.

“Kami masih melakukan penyelidikan mengenai kepemilikannya Randis itu. Terkait adanya dugaan keterlibatan salah satu anggota di Polres Metro, kami juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Metro Pusat AKP Suhardo dikonfirmasi awak media,  membenarkan penemuan Randis tersebut. Saat ini, kata dia, barang bukti Randis tersebut akan diserahkan ke Polres Metro guna penyelidikan lebih lanjut.

“BB nya nanti siang ini kita serahin ke Sat Narkoba Polres biar kita gak nekel lagi. Karena menyangkut masalah yang pemilik kendaraan itu yang makai anaknya, dan alasannya mobilnya rusak di situ,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan keterangan sementara mobil tersebut ditinggal lantaran rusak. “Alasannya rusak, terus ditaruh disitu, besoknya mau dipanggil orang bengkel kata dia. Dia makai mobil dinas itulah yang punya bapaknya. Dia itu  anggota Sabhara, biar Polres aja sama Provos yang meriksa,” paparnya.

Diketahui kendaraan dinas (Randis) berjenis Toyota Kijang LGX warna biru dengan Nomor Polisi (Nopol) BE 2026 NZ tersebut merupakan Drh. Dewanto seorang kepala bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) di dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Lampung Timur.

Randis tersebut terparkir di depan rumah Lexsi Mufahir warga Kelurahan Imopuro,  Kecamatan Metro Pusat. ”Saya pulang ke rumah, Minggu (8/10/2017) sekitar pukul 01.00 WIB mobil itu sudah ada di situ,” terangnya, Minggu (8/10/2017).

Namun saat ia keluar rumah pada pukul 12.00 WIB mobil itu masih ada diposisi yang sama. Merasa curiga, ia melaporkan peristiwa itu kepada RW setempat.

”Saya curiga, kalau mogok masa iya sampai jam segitu belum diambil. Saya langsung laporkan saja ke RW. Dan RW langsung melaporkan ke polisi,” terangnya.

Setelah datang polisi, lanjut dia, bersama warga setempat mobil tersebut pun akhirnya dibuka paksa. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan alat hisap sabu dan diduga narkoba jenis sabu sisa pakai di dalam pirek yang tersimpan di box consule. ”Memang saat diperiksa plat depan belakang tidak dipasang, tapi ada di dalam mobil,” tutupnya. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com