PLN Bantah Soal Pemasangan Subsidi Listrik

 Terkait adanya keluhan masyarakat tentang pemasangan listrik subsidi 900 Volt Ampere (VA) di Desa Nyampir, Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Lampung Timur yang dianggap tebang pilih menuai polemik.

Manager PLN Rayon Kota Metro, Arbenny Hardy menyatakan, bahwa masyarakat harus paham. PLN tidak memberikan subsidi, yang memberikan dan menentukan penerima subsidi adalah Pemerintah.

“PLN hanya bertugas melakukan pendataan dalam hal ini mendata ID Pelanggan berdasrakan data BTD (Bank Data Terpadu) yang diberikan TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Nasional) ke PLN. Jika ada masyarakat yang belum dapat subsidi, namun masuk dalam katagori yang layak dapat subsidi maka dapat melakukan pengaduan.” ungkapnya, Jumat (22/9).

Pelanggan yang merasa masuk dalam kategori berhak mendapatkan subsidi listrik namun belum mendapatkan subsidi tersebut dapat melakukan pengaduan. Proses  pengaduan yaitu dengan mengisi formulir pengaduan di Kelurahan terkait. Data dari kelurahan akan dikirim ke Kecamatan untuk kemudian di Upload di situs www.subsidi.djk.esdm.go.id. Selanjutnya akan ada Tim TNP2K yang memverifikasi. Jika layak dapat subsidi maka akan dilakukan penyesuaian tarif..

“Jika termasuk dalam katagori penerima subsidi listrik 900VA, namun belum menerima subsidi. Silahkan melakukan pengaduan dengan cara datang kekantor kelurahan dengan persyaratan lengkap. Mekanisme pengaduan penerapan subsidi listrik tepat sasaran berdasarkan Peraturan Mentri ESDM No.29 Tahun 2016,”ungkapnya.

Adanya isu tentang PLN memaksa pelanggan beralih ke token listrik. Hardy membantah bahwa itu tidak benar. “Tidak ada pemaksaan, alat ukur adalah milik PLN. Dan jika PLN berkehendak mengganti pun tidak masalah sebenarnya kan. Hak pelanggan adalah menikmati pelayanan listrik yang baik” pungkasnya.  

Diberitakan sebelumnya, Pelanggan listrik PT PLN kecewa. Lantaran adanya dugaan “pilih kasih” dan permainan dalam pemberian subsidi ke pelanggan oleh PLN Area Metro dan Lampung Timur (Lamtim).

Dari keterangan warga, sebelumnya PT. PLN Area Metro dan Lamtim sudah melakukan pendataan penerima subsidi listrik. Lalu, menurut warga, petugas PLN berjanji akan memberikan subsidi kepada warga dengan kriteria, warga penerima bantuan sosial dan pemegang kartu jaminan kesehatan.

M.Amin (54) Warga Desa Nyampir, Kecamatan Bumiagung, Lampung Timur mengaku sudah memenuhi persyaratan subsidi ke petugas PLN. Namun, menurutnya, saat ini penerima bantuan subsidi justru warga lain.

“Kami belum pernah dapat. Kami sudah mengumpulkan berkas persyaratan. Tapi kata pamong berkasnya malah dibekukan. Tapi sekarang Kok malah warga lain yang dapat, ” keluhnya di kantor Radar Metro, Selasa (19/9).

Pengguna listrik meteran biasa itu juga merasa dipaksa untuk memasang meteran listrik jenis pulsa. “Kemudian saya nanya ke pamong dan petugas PLN, tapi saya justru dipaksa memakai meteran jenis pulsa. Kami tidak tahu harus mengadu ke siapa,” keluhnya.

Hingga berita ini diturunkan wartawan masih berusaha menghubungi pihak terkait. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com