Pemkot Metro Sikat Ratusan PKL

MMETRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Metro dijadwalkan 6 september 2017 mendatang, akan menyikat serta membongkar paksa ratusan pedagang kali lima (PKL) di Pusat Kota Metro.

“Ada lima titik yang akan kita bongkar paksa, dengan rincian 340 pedagang. PKL sepanjang Jl.Agus Salim, Cut Nyak Dhine, Lorong Antar Pasar Candrawasi dan Kopindo Jl.Kh. Arsyad dan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Terminal Kota Metro.

Surat pemeritahuan tertulis sudah kita berikan, agar secepatnya PKL mengosongkan lokasi tersebut. Mau tidak mau akankita bongkar paksa,” tegas Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro, Leo Hutabarat, SH, saat dikonfirmasi usai rapat bersama stakeholder terkait persiapan pembongkaran PKL di OR Setda Metro, Jumat (25/8).

Dalam hal itu, kata Leo Pemkot sudah menyiapkan alternative tempat berdagang yang sudah kami rekomendasikan beberapa lokasi. Eks kopindo lantai II (Khusus Makanan, Produk Kering, dan Ikan Asin), dengan menghubungi pengembang PT. Satria Sukarso Wawai – PT Tiga Satu Mandiri Prima JO, lalu pasar basah di Terminal Kota (Khusus Ikan, Daging, Ayam, Sayuran dan Bumbu Dapur), dengan menghubungi pengembang PT. Satria Sukarso Wawai – PT Tiga Satu Mandiri Prima JO.

Kemudian pasar Tejoagung berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan (UPT Wilayah IV), dan pasar dekat sungat bunut dengan menghubungi pengembang yang bersangkutan.

“Data sementara dari total 340 PKL, 140 diantaranya sudah ikut undian. Tinggal sisanya nanti, tapi sudah jelas pemkot sudah memberikan jeda waktu yang cukup lama agar para PKL siap-siap mengosongkan lokasi tersebut. Bila tetap bersikekeh bertahan dilakoas, terpaksa akan dibongkar paksa,”pungkasnya.

Sementara itu, Sekertaris Kota (Sekkot) Metro, Nasir AT mengatakan, bahwa para unsur yang terlibat dalam penertiban 6 September mendatang diminta untuk mengutamakan Standar Operasional Pekerjaan (SOP) dalam melakukan pembongkaran lapak pedagang.

“Kepada peserta yang hadir agar dalam bertindak mengutamakan SOP masing-masing yang telah ditetapkan. Dikarenakan penertiban melibatkan banyak unsur yang terdiri dari TNI, Polisi, Pol PP, dan unsur lainnya yang terlibat. Dengan jumlah personil 267 orang, hindari juga kekerasan dalam menangani persoalan yang terjadi di lapangan,” ujarnya. (*)

Laporan : Wartawan LampuIJO.com

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com