Pemindahan Server LPSE Dipertanyakan Asosiasi

GUNUNGSUGIH – Beralihnya server pada Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Lampung Tengah ke Polinela Lampung, menuai pertanyaan dari tiga asosiasi perusahaan yang bergerak di bidang pekerjaan jasa konstruksi. Yakni Gapensi, Gabpeknas dan Aspekindo Lamteng.

Sekretaris Gapensi Lampung Tengah, Dicky Purna Jaya, didampingi Sekretaris Gabpeknas Lamteng, Afrizal dan Zulkifli Anwar mempertanyakan alasan perpindahan server LPSE Lamteng ke Polinela Lampung, pasalnya Polinela Lampung merupakan Universitas Negeri, tempat untuk menuntut ilmu.

“Seperti yang kita semua ketahui bahwa Unila/Polinela adalah satu-satunya universitas negeri di Provinsi Lampung, dimana tempat untuk menuntut ilmu dan mengembangkan minat dan bakat anak bangsa yang ada di Lampung khususnya. Tapi mengapa kini menjadi tempat pelelangan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah,” ujar Dicky Purna Jaya (26/06/2019).

Menurutnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah sendiri sudah memiliki Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yang bertugas melakukan pelelangan. Selain itu, dalam proses peralihan ini, para rekanan tidak diberi informasi oleh pihak terkait jika telah terjadi pemindahan server.

“Kenapa proses pelelangan tender proyek dipindahkan ke server Polinela dan para rekanan tidak diberi tau. Apakah OPD terkait belum cukup dan mampu untuk melakukan pelelangan. Jika server bermasalah, ya diperbaiki. Kenapa harus melibatkan pihak lain, seperti Polinela Lampung,” terangnya.

Pihaknya berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah, supaya sistem pelelangan kembali dilakukan oleh LPSE Lampung Tengah, supaya dapat lebih efisien dan efektif. Disamping itu, para rekananya juga mengharapkan agar jangka waktu pelelangan tidak terlalu mempet.

“Harapan kami pelelangan kembali dilakukan di Lampung Tengah (LPSE Lampung Tengah) mengingat kurang efisien dan efektifnya waktu dan biaya bagi para rekanan bila pelelangan dipindahkan ke Polinela Lampung. Kami juga meminta para pokja yang ada di ULP untuk transparan. Jika ada gangguan teknis dan harus numpang server lain, kami diberi pemberitahuan dong. Diindikasi hanya pengantin yang tau, supaya orang lain tidak sempet mengajukan penawaran,” pungkasnya. (cw26/rid)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com