Pemilik Leichester City Meninggal Dalam Kecelakaan Helikopter

FIN – Pemilik klub sepak bola Inggris Leicester City Vichai Srivaddhanaprabha,  meninggal dunia dalam insiden jatuhnya helicopter miliknya di area parkir mobil di luar lapangan klub, saat meninggalkan stadion setelah pertandingan Liga Premier berlangsung, Sabtu waktu setempat.

Menurut sumber yang dekat dengan keluarga, orang terkaya nomor tiga di Thailand itu, adalah salah satu penumpang helikopter naas tersebut.

Satu jam sebelum helikopter lepas landas, Leicester bermain imbang 1-1 saat melawan West Ham United di Stadion King Power. Para saksi mengatakan jika mereka sempat melihat helikopter lepas landas sebelum akhirnya berputar di luar kendali.

Dalam sebuah pernyataan, klub mengatakan pihaknya tengah  membantu polisi dan layanan darurat dan akan mengeluarkan pernyataan yang lebih rinci terkait musibah tersebut. Di bawah kepemilikan Srivaddhanaprabha, Leicester City mengalami masa keemasaanya dengan memenangkan Liga Premier pada tahun 2016 lalu.

Fotografer freelance Ryan Brown, yang saat itu sedang meliput pertandingan, mengaku menjadi salah satu saksi yang melihat helikopter milik pria 61 tahun itu, meninggalkan Stadion King Power sebelum terjatuh.

“Helikopter itu hanya terdiam, aku berbalik dan melihatnya berputar, di luar kendali. Dan kemudian ada dentuman besar dan bola api besar,” kata Ryan Brown pada BBC Radio Leicester.

Reporter Sky Sports News Rob Dorsett yang juga berada di lokasi kejadian mengatakan, jika helikopter yang ditumpangi milyarder asal Thailand itu, lepas landas dari lapangan, seperti halnya yang sudah-sudah.

Dia mengatakan bahwa setelah beberapa detik lepas landas, helikopter itu tampak kehilangan kontrol dan menabrak tempat parkir, yang terletak hanya beberapa ratus meter.

Leo Bruka kepada 5 Live mengatakan bahwa ia sempat melihat dua petugas polisi, yang kendaraanya berada tak jauh dari lokasi kecelakaan.

“Salah satu dari mereka mencari sesuatu, dan salah satu dari mereka langsung berlari ke helikopter . Dia berusaha memecahkan jendela,” katanya menambahkan: “Kemudian ada ledakan dan mereka mundur karena api terlalu panas.”

Saksi lain yang tidak bersedia menyebutkan namanya  mengatakan, jika baling-baling ekor helikopter tersebut, terlihat tidak berfungsi, menyebabkan helikopter tersebut berputar-putar tanpa kendali, sebelum akhirnya jatuh.(ruf/fin)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com