Pedagang Kambing Mulai Banting Harga

MMETRO –  Maksud hati untung besar, apa daya kambing kurban belum laku dijual. Pepatah ini mungkin sedang dirasakan para pedagang kambing kurban di Pasar Tejoagung Kota Metro. Sebab hingga memasuki H-7 Hari Raya Idul Adha 1438 H, lapak pedagang kambing tampak masih banyak tersisa.

Menurut Natim (51) salah satu pedagang kambing, kalau tidak banting harga tidak akan laku. Kalau tidak laku saya dan kawan-kawan bisa berubah menjadi peternak kambing. Padahal, kebanyakan mereka itu hanya kulakan kambing. Sayapun sudah mulai klabakan kalau kambing tidak terjual, karna untuk merawatnya butuh biaya yang tidak sedikit.

“Untung Rp20-34 ribu per-ekor langsung cepat-cepat dikasih. Dari pada pembeli sudah nawar tidak jadi. Minat masyarakat membeli kambing untuk hewan kurban tahun ini menurun drastis, kebanyakan sudah beralih ke hewan sapi,”ungkapnya,Sabtu (26/8).

Senada juga diungkapkan, Budi (45) pengepul asal Batanghari. Ia mengaku harga kambing yang saya buang dilapak-lapak di sejumlah pasar kambing. Harganya berkisaran Rp 1,9 – 3 juta per-ekor. Harganya pun mulai anjlok semenjak para pembeli asal-asalan nawarnya.Contohnya untuk harga kambing dengan harga Rp2,5 juta saya banting dengan harga Rp2,4 juta. Untuk sedikit yang penting laku dan bisa diputer lagi modalnya.

“Kalau bisa kita nyari untung sebanyaknya. Karna ini setahun sekali, tapi sayangnya minat pembeli hingga H-7 ini masih minim. Sekarang ini bisa menjual 10 ekor kambing di pasar lumayan, tapi ini baru laku 3 ekor,”tuturnya.

Sedangkan, kata Budi  biaya oprasional membawa kambing kesini cukup besar, belum lagi nanti kalau tidak laku harus bawa palang. “Kami dan para pedagang kambing berharap Idhul Adha tahun ini membawa berkah bagi pedagang kambing, dengan harapan masyarakat berkurban dengan hewan kambing,”ujarnya. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com