OTT Tak Buat Takut Koruptor

JAKARTA, FIN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dalam upaya pemberantasan korupsi si Tanah Air. Terakhir (Minggu, 18/11) KPK menangkap Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Remigo Yolanda terkait proyek dinas Pekerjaan Umum (PU) di Pakpak Bharat.

Nampaknya usaha KPK yang terus menerus melakukan OTT tidak menimbulkan efek jera bagi para pemangku kepentingan, pasalnya OTT KPK yang kian maraton, namun makin banyak pejabat daerah yang ditangkap tangan.

Kordinator Masyarakat Anto Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengatakam operasi tangkap tangan (OTT) KPK memang memberikan dampak positif bagi pemberantasan korupsi, namun tidak efektif dalam pemberian efek jera. “Kan mudah dilihatnya makin banyak OTT menandakan pencegahannya tidak jalan, tidak ada rasa takutnya, simpelkan,” katanya di Jakarta, Minggu (18/11).

Seharusnya, kata Boyamin, jika OTT menjadi andalah KPK dalam memberantas korupsi, upaya angka pencegahan dan penindakan menurun. Tapi yang terjadi makin banyak pejabat yang terjaring OTT, makin banyak juga tindak pidana korupsi yang terjadi.”OTT itu tidak buat oknum koruptor takut, setiap minggu ada OTT nyatanya makin banyak oknum yang korupsi,” tegasnya.

Munurutnya, OTT seharusnya juga menjadikan penyidik KPK dalam membongkar tuntas kasus korupsi, pasalnya saat dilakukan OTY sudah ada dua alat bukti yang sangat kuat yakni uang suap atau gratifikasi dan oknum pelakunya. “Harusnya untuk bongkar lebih mudah, ditangkap ada orangnya ada duitnya, beda halnya jika dari penyelidikan yang jauh lebih sulit bongkarnya,” tutupnya.

OTT BUPATI

Minggu (18/11), penyidik KPK melakukan  operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Remigo Yolanda Berutu terkait oyek dinas Pekerjaan Umum (PU) di Pakpak Bharat.

Selain menangkap Bupati, penyidik KPK juga mengamankan lima orang lainnya. Keenam orang yang terjaring OTT langsung diterbangkan ke Jakarta guna menjalani proses pemeriksaan di KPK.

“teridentifikssi dugaan transaksi terkait proyek dinas PU di Pakpak Bharat,” kata Ketua KPK, Agus Rahardjo. Penangkapan dilakukan didua tempat yakno di Medan dan Jakarta.

(Riz/FIN)

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com