Miris, Masih Ada Warga Metro Tinggal Dikandang

MMETRO – Kediaman pasangan suami istri (pasutri), Supinah dan Sarbini, yang beralamat di RT 24 RW 08 Kelurahan Ganjaragung, Kecamatan Metro Barat  sungguh memprihatinkan. Ditengah perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 Tahun 2017 masih ada warga Metro yang merasakan seperti dijajah.

Betapa tidak, tanah untuk mendirikan rumah yang terbuat dari anyaman bambu tersebut, juga merupakan tanah tumpangan. Dalam waktu dekat ini keluarga Sarbini diminta untuk pindah, karena tanah yang ditumpanginya sudah laku terjual.

Sarbini menyatakan kebenaran atas kabar tersebut. Pihaknya beserta istri dan ketiga anaknya memang harus pindah mengosongkan rumah, sekurangnya setelah Hari Raya Idul Adha mendatang.

“Ya saya menyadari memang ini adalah tanah tumpangan. Sewaktu-waktu jika memang sudah diminta pemiliknya, ya kami harus siap,”tuturnya sambil menetskan air mata, Senin (21/8).

Saat ini, kata Sarbini ia sudah menyiapkan tempat tinggal sementara di tanah yang memang miliknya. Namun belumlah berbentuk rumah nyaman, serta memiliki MCK yang baik.

“Rumah sementara ini hanya terbuat dari anyaman bambu, beratap terpal, serta hanya berisi satu tempat tidur. Kami sekeluarga sudah pernah tinggal di sini, sekarang kami sedang mencicil membuat batako, itu pun dibantu warga sekitar,” bebernya.

Sarbini yang hanya berprofesi sebagai buruh serabutan itu, juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang sudah diberikan warga. Kebersamaan dan dukungan itulah yang membuatnya merasa kuat dan bertahan.

Sementara itu, mengagapi hal tersebut Lurah Ganjaragung, Ferry Handono, S.IP membenarkan, bahwa pasutri tersebut merupakan warganya. Saya sudah survei bersama pamong, memang benar keluarga pak Sarbini memang tergolong keluarga tidak mampu. Rumahnya juga bukan milik pribadi tetapi menumpang tanah milik orang. Namun demikian pak Sarbini telah membeli tanah di luar Kota Metro tepatnya di bedeng 12B Trimurjo.

“Beberapa minggu yang lalu, saya berkunjung ketanah tersebut di 12B. Mereka sedang membuat Batako untuk membangun rumah ditanah tersebut dan membuat gubuk sementara. Bebera warga Ganjaragung secara pribadi telah mengunjungi dan sedikit membantu. Berdasrkan dana, keluarga pak Sarbini telah memiliki kartu perlindungan sosial, seperti KIS,KIP, dan bantuan Rastra,”bebernya.

Lebih lanjut, timpal Ferry persoalah sekarang adalah tanah yang ditumpangi akan dibangun oleh pemiliknya, dan pak Sarbini terpaksa akan pindah ke 12B.

“Kami dari pihak Kelurahan Ganjaragung tidak bisa banyak membantu dalam hal membangun rumah di 12B dengan program yang ada. Karna sudah diluar wilayah Kota Metro. Tetap kami menghimbau agar warga sekitar untuk peduli dan membantu secara sukarela, dan kami tetap memantau perkemnbangannya. Semoga nanti banyak pihak-pihak yang membantu agar rumah pak Sarbini dapat dibangun dengan layak,”ujarnya. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com