Mamang Penjual Mie Ayam Yang Kini Menjadi Wakil Ketua DPRD, Ini Kisah Dan Pikirannya Untuk Lampung Tengah

Lampung Tengah – Yulius Heri Susanto seorang mantan penjual mie ayam yang kini menduduki kursi Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lampung Tengah dari partai Golongan Karya (Golkar).

Bersama dengan Firdaus Ali sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Yulius Heri Susanto resmi di ambil sumpah dan janjinya sebagai unsur pimpinan di Gedung DPRD setempat, Kamis (12/12/2019).

Dengan latar belakang orang tua seorang guru, kakek tukang pangkas rambut dan nenek yang bekerja bakul jamu, Yulius Heri Susanto lahir dan tumbuh besar di Kampung Adijaya, Lampung Tengah.

Sesudah menyelesaikan sekolah menengah pertamanya (SMP) di Lampung Tengah, Yulius Heri Susanto atau yang dikenal masyarakat dengan nama YHS ini melanjutkan sekolah menengah atas (SMA) dan kuliahnya di Jogyakarta.

Memutuskan untuk berumah tangga dengan wanita idamannya Ovita Erawati pada saat berkuliah di Universitas Wangsa Manggala Jogyakarta, YHS harus bekerja keras.

Menjadi sales, jualan kerupuk keliling ke warung-warung kopi dan menjadi penjual gorengan nanas goreng pun pernah dilakoninya untuk menafkahi keluarga kecilnya serta membiayai kuliahnya sendiri.

Tak sampai disitu perjuangan sebagai kepala rumah tangga, setelah lulus kuliah YHS tidak menggubris ijazah sarjananya. Ia bekerja selama enam bulan sebagai supir di salah satu even organizer dan memulai karir sebagai sales promotion boy (SPB) di Dancow yang berkeliling ke setiap sekolah dasar (SD) sebagai Milky Man untuk mempromosikan produk Dancow.

Setelah menjadi SPB Dancow, YHS kembali diterima bekerja diperusahaan rokok sebagai tim leader.

Sempat kembali ke Lampung Tengah karena ayah nya sakit, YHS kembali lagi ke Jogyakarta yang dahulu sebagai tim leader kini ia bekerja sebagai office boy di sebuah perusahaan.

Hanya karena demi menafkahi keluarga tercintanya, YHS menekuni pekerjaannya sebagai office boy yang membersihkan kantor, mengangkat galon air minum selama enam bulan.

Karena kontraknya habis dan terpuruk, akhirnya YHS pun berjualan mie ayam di jalan Wates, Sedayu, Jogyakarta.

Hampir setahun berjualan mie ayam, YHS yang berusaha menaikan ekonomi keluarganya kembali diterima bekerja sebagai tim leader.

Mengakhiri pertualangannya di Jogyakarta, YHS memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya karena sang ayah kembali menderita sakit dan pensiun dari pegawai negeri sipil.

Bertemu dengan Ardito Wijaya, ditawari dan sempat menolak, akhirnya ia memulai karir politiknya pada 2010. YHS masuk dalam pengurusan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Lampung Tengah sebagai koordinator wilayah.

Sempat ingin mengundurkan diri dari kancah politik karena merasa tidak terlalu dikenal oleh masyarakat, YHS akhirnya memutuskan mencalonkan diri menjadi anggota legislatif pada 2014 dari partai Golkar setelah diberikan wejangan dari Ardito Wijaya yang merupakan calon wakil bupati Lampung Tengah Berjaya bersama Musa Ahmad.

Mendapat suara terbesar kedua di partai Golkar pada pileg 2014, YHS tidak menyangka bisa terpilih menjadi wakil rakyat.

Dan pada pileg 2019 lalu setelah mendapat motivasi dari Ketua DPD II Golkar Lampung Tengah, Musa Ahmad, YHS mantap kembali maju dan kembali terpilih dengan memperoleh suara terbesar kedua dari dapil 5.

Dipercayai oleh partai Golkar untuk mengisi kursi wakil ketua I, YHS mengatakan masuk dalam kanca politik harus memiliki sifat pemaaf dan jangan menjadi pendendam. Sebagai wakil rakyat jangan berorientasi pada uang dan harus melayani bukan dilayani oleh masyarakatnya.

“Masuk dalam kanca politik itu harus jadi pemaaf karena Tuhan saya adalah pemaaf dan tidak boleh memiliki sifat pendendam karena orang pendendam adalah akan selalu sakit hati. Dan sebagai anggota dewan kita tidak berorientasi pada uang kita melayani bukan dilayani dan disini lah kita berkarya,” ujar anggota DPRD dua periode itu.

Ia juga tidak menghiraukan pandangan orang terhadap dirinya dan ia akan selalu memberikan yang terbaik dan bisa berguna untuk masyarakat.

“Saya tidak akan memandang apapun kepada orang yang menganggap saya tidak mampu. Saya akan bekerja sebaik mungkin semampu saya, kalau nggak mampu menurut orang yang penting saya bisa berguna dan membuktikannya pada masyarakat,” bebernya kepada awak media.

Lanjutnya, YHS akan bersinergi dengan seluruh unsur pimpinan bekerja sama dengan baik untuk menghasilkan sistem yang baik.

“Saya juga akan bersinergi dengan ketua dewan pak Marsono. Kita akan mengembalikan marwah DPRD ini yang sebaik mungkin pada semestinya bahwasanya kita akan akan lebih profesional ke depan karena ada dalam suatu upaya dalam suatu tujuan kalau kita tidak mempunyai kerjasama yang baik akan tidak akan baik pula hasilnya. Kita juga akan berkolaborasi antara Legislatif dan Eksekutif dengan pemerintah daerah bagaimana cara membuat sistem yang baik pada dasarnya adalah satu untuk masyarakat,” terang pria berkacamata itu.

Tak kalah penting, YHS akan mengajak bersama unsur pimpinan serta komisi-komisi untuk menggali potensi yang dimiliki oleh Lampung Tenga demi meningkatkan pendapatan daerah.

“Semua unsur DPRD bekerja sama untuk meningkatkan pendapatan daerah. Jika terjadi peningkatan yang baik yang merasakan kita semua dan pembangunan akan berjalan lancar,” ucapnya.

Dengan kerjasama dengan semua unsur lanjutnya, akan menciptakan PAD yang baik sehingga pembangunan di Lampung Tengah bisa merata diseluruh wilayah.

“Dengan kebersamaan dan kerjasama sehingga bisa menciptakan PAD yang baik sehingga bisa membuat pembangunan yang merata, percaya saya salah satu unsur tidak bisa kerjasama yang baik maka ini tidak akan bisa terwujud,” pungkasnya. (sbr)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com