Limbah Pedagang Ikan Diduga Masuk ke Irigasi

METRO –  Limbah lapak pedagang ikan dipingled Jl. Agus Salim Imopuro, Metro Pusat diduga mencemari lingkungan dan masuk kedalam salurah irigasi. Pasalnnya bekas cucian ikan dengan sengaja dibuang disaluran irigasi yang tepat berada dibawahnya.

Menggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Metro, Ir. Eka Irianta, melalui Kasi Pengawasan,Yulima, ST mengatakan , bahwa soal limbah itu pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait yakni dinas perdagangan. Kalau dibiarkan, sangat menghawatirkan untuk jangka panjang. Apalagi pembuangan limbah tersebut masuk kedalam saluran irigasi, yang mana air tersebut untuk bercocok tanam para petani, seperti tanam padi dan palawija.

“Meskipun limbah tersebut tidak begitu membahayakan serta mencemari lingkungan. Akan tetapi, pedagang tidak boleh membuang ke saluran irigasi, baik limbang padat, kering, dan limbah air. Aturanya sudah ada, Perda Provinsi Lampung No.11 Tahun 2011 Tentang Irigasi. Pada pasal 133 menegaskan larangan keras siapapun yang kedapatan membuangan sampah disepanjang salurah irigasi diancam kurungan enam bulan atau denda Rp50 juta,”ungkapnya, Senin (7/8).

Sementara itu, Kadis Perdagangan Kota Metro, Leo Hutabarat, SH melalui Kabid Pasar, Fajar Eri Setiawan, ST mengaku, pedagang ikan diatas ingled (Pinggir Ledeng) itu awalnya pedagang dari pasar Kopindo. Mereka sudah kita data, baik PKL dagangan basah seperti sayuran ada 120 pedagang.

“Awalnya para pedagang sudah kita buatkan TPS (Tempat Pedagang Sementara) di lokasi terminal Kota. Sembari menunggu bangunan pasar jadi. Mereka tidak mau dengan berbagai alasan. Nah, makanya paara PKL kocar-kacir dan membuka lapak dagangan didekat-dekat jalan,”katanya.

Lebih lanjut, timpal Fajar soal limbah pedagang ikan di pingled itu, hingga saat ini belum ada solusi mau tidak mau tetap membuang di irigasi. Apa lagi saat ini pedagang bertambah banyak dulu hanya ada 5 pedagang ikan disana, sekarang bertambah banyak ada sekitar 10 pedagang yang aktif setiap hari berdagang.

“Tidak lama lagi, bangunan pasar di Terminal sudah jadi dengan dilengkapi IPAL (Instalasi Pembuangan Air Limbah). Mau tidak mau para pedagang yang sudah kita data akan kita ajak menempati los amparan agar tertata rapi. Kapasitas daya tampung 120 pedagang, info terakhir sudah hampir finishing pembangunannya. Kalau sudah jadi baru kita bisa gerak dan menertipkan lapak pedagang ikan dan sayur yang berada di pinggir jalan,”tungkasnya. (*)

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com