Lestarikan Tanaman Bonsai, Kintoko Bentuk KPB di Mesuji

MESUJI – Meski zaman sudah tergerus oleh waktu, namun kalangan pecinta Bonsai tak pernah mati untuk terus melestarikan kecintaannya terhadap seni mengerdilkan pohon ini. Bahkan, di Mesuji ada sebuah komunitas pecinta bonsai yang akan menunjukkan eksistensinya dalam melestarikan jenis tanaman hias yang bernilai ekonomi tinggi ini. Komunitas tersebut bernama Komunitas Pecinta Bonsai Mesuji (KPBM).

Meski KPBM ini belum lama terbentuk di Mesuji, dan baru memiliki jumlah anggota sekitar 35 orang. Akan tetapi KPBM siap untuk mengembangkan kelompok pecinta tanaman hias itu di bumi ragab begawe caram.

Hal itu seperti di ungkapkan Ketua KPBM Kintoko Edi Saputro, bahwa dalam komunitas ini, setiap anggota belajar dengan detail bagaimana cara membuat dan merawat bonsai. Karena perawatan yang tak mudah, perkumpulan ini pun rutin menggelar pertemuan sebagai ajang berbagi informasi seputar bonsai.

“Untuk menjaga eksistensi KPBM, rencananya, kedepan kita akan adakan pameran. Jika memungkinkan pada saat HUT Kabupaten Mesuji bulan November nanti, kita akan ambil bagian untuk meramaikan stand pameran dengan berbagai jenis tanaman bonsai yang sudah mulai kita kembangkan di Mesuji,”kata Kintoko.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Mukti Jaya, Kecamatan Tanjung Raya itu juga menjelaskan, untuk membentuk sebuah bonsai, harus dimulai dari biji, stek, ataupun pencangkokan. Jenis tanaman yang bisa dijadikan bonsai pun beragam seperti beringin, serut, asem jawa, santigi, kimeng, dan sancang. Perawatan yang baik tentu akan menghasilkan kualitas bonsai yang baik pula.

“Hebatnya, bonsai proporsional yang terbilang unik harganya bisa menembus angka ratusan juta bahkan bisa mencapai Miliaran rupiah. Apalagi bila bonsai tersebut sudah menyandang predikat champion, harganya tentu lebih fantastis,”tandasnya.(Agil)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com