Kasus Pengeroyokan Siswa SMPN 7 Metro Vs Satpam, No.7 Bikin Geregetan

METRO – Kasus dugaan perkelahian antar siswa dengan satpam di SMPN 7 Metro mulai terungkap, siapa yang menjadi otak dan dalang pristiwa perkelahian yang mengakibatkan salah satu siswa babak belur di tangan oknum satpam berinisial R (23).

Astaga, Siswa SMPN 7 Metro Bonyok Ditangan Satpam

Berdasarkan wawancara eksklusif,  Kepala SMPN 7 Metro Repiyati menyatakan bahwa sangat terpukul atas insiden yang menimpa anak didiknya. Kejadian siang itu, sontak menampar keras wajahnya dan dewan guru  yang mengabdi disekolah tersebut yang mana dianggap tidak berhasil mendidik siswa.  

“Kronologis awal mula sebelum terjadi pengeroyokan siswa terhadap satpam. No. 1 ada salah satu siswi kelas IX sedang berganti pakaian  olahraga diruang UKS, kemudian ada adik kelasnya lewat sambil menengok di luar jendela. Kemudian No. 2 siswi yang sedang ganti pakaian teriak-teriak lebay menuduh di intip. No. 3 siswi ini selanjutnya mengadu kepada teman dekatnya. No. 4 teman dekat sang siswi ini beramai-ramai datang mencari adik kelasnya yang diduga dituduh mengintip. No. 5 adik kelasnya ini dipukuli dan menangis,”ungkapnya Sabtu (25/     11/2017).

Selanjutnya, tambah Repiyati pegawai satpam berinisial R ini keliling mengontrol kegiatan siswa di belakang. Nah, melihat ada siswa mengis di tanya, kenapa kok nangis ? Akhirnya berceitalah dipukuli kakak kelasnya. Lalu sang satpam mencari siswa yang memukuli dan dipanggil ke ruang BK( Bimbingan Konseling) untuk dilakukan pembinaan.

“ Masalah tersebut sudah selesai di ruang BK, namun siswa tersebut tidak terima, No.6  usai pulang sekolah siswa itu diluar dugaan ternyata mengajak teman yang lain untuk menunggu satpam, No.7 sesampai didepan gerbang areal sawah jalan menuju SMPN 7 Metro ramai-ramai siswa tersebut melakukan pengeroyokan terhadap satpam dan merusak sepeda motor,” tuturnya.

Ia mernambahkan lantaran merasa dirinya terancam. Sang satpam melakukan pembelaan dan memukul siswa. “Keesokan paginya orangtua korban ini datang kesekolah membawa pengacara, melakukan musyawarah mediasi secara kekeluargaan. Ini rencananya sudah sepakat biaya pengobatan juga akan ditangung sekolah, satpam sudah diduk bersama untuk diklarifikasi seperti apa kejadianya, jangan hanya mendengar pengaduan dari siswa saja, ”jelasnya.

 Meskipun kejadian ini diluar jam sekolah, saya sangat menyayangkan kejadian ini terjadi. “Semoga kejadian ini tidak terulang lagi, dan ini bisa menjadi pelajaran bagi kami untuk melakukan evaluasi pembinaan interen baik dewan guru, dan anak didik,”ujarnya. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com