Kasus Pejabat Metro Selingkuh Terus Diproses

Tinggal Hadirkan Wanita Selingkuhan

METRO – Kasus dugaan perzinaan yang melibatkan mantan Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemkot Metro, Broto Sasono sampai saat ini belum menemui titik terang alias mandek.

Polisi beralasan, SM yang merupakan wanita selingkuhan Broto, belum juga memenuhi panggilan pemeriksaan.

Diketahui Broto digerebek warga di rumah kontrakan SM, di Jalan Tabuhan Gang Mbetek, RT 05 RW 01, Kelurahan Banjarsari, Metro Utara, Sabtu (3/6) sekitar pukul 01.00 WIB.

Ketika itu, ia diketahui tengah berduaan dengan SM yang notabene sudah bersuami dan memiliki dua orang anak.

Kepala Satuan Resrse dan Kriminal Polres Metro, AKP. Tri Romadona, S.IK mengakui kasus perzinaan ini belum ada perkembangan lebih lanjut. Namun, pihaknya optimistis mendapatkan kesimpulan secepatnya.

“Kalau surat panggilan sudah kita kirim. Tapi, memang SM belum juga datang. Tinggal nunggu Kanit PPA kapan mau cari orangnya. Cuma kan enggak bisa langsung. Takut orangnya lari-lari lagi,” kata Tri, saat dikonfirmasi, kamis (3/8).

Tidak hanya SM. Bahkan, kata Tri, polisi sampai saat ini juga belum memeriksa Broto. Dalam hal ini, pemeriksaan Broto baru dilakukan setelah SM memberikan keterangan kepada polisi.

“Pemeriksaan Broto di polres belum. Karena sebelum kita manggil BS, harus sinkron dengan yang perempuannya dulu. Sejauh ini kita sudah menghadirkan lima saksi untuk dimintai keterangan. Untuk pemeriksaan terlapor kan harus dihadirkan keduanya,” ujarnya.

Dicopot Jabatan

Kasus ini sempat menyita perhatian masyarakat Kota Metro sekitaranya terutama di lalangan pejabat pemerintahan. Pasalnya, Broto adalah kala itu menjabat sebagai Kabag Kesra Pemkot Metro.

Pada akhirnya, Wali Kota Achmad Pairin langsung menjahkan hukuman sanksi dengan mencopot posisi Broto sebagai Kabag Kesra. BS langsung ditempatkan posisi baru Staf pada Staf Ahli Sekda Kota Metro.

PNS Malam-Malam Datangi Istri Orang

Kejadian menghebohkan terjadi di Metro. Di tengah bulan suci Ramadan, seorang oknum pejabat di Pemerintah Kota Metro digerebek warga karena diduga berselingkuh.

PNS berinisial BR yang diketahui menjabat sebagai Kepala Bagian di Pemkot Metro itu digerebek dengan SM, wanita bersuami yang telah memiliki dua anak.

Penggerebekan terjadi di Jalan Tabuhan Gang Mbetek, RT 05 RW 01, Banjarsari, Metro Utara, Sabtu (3/6) sekitar pukul 01.00 WIB.

Peristiwa penggerebekan itu berlangsung dramatis. Warga yang mengetahui BR mendatangi rumah SM pada tengah malam melakukan pengintaian.

Menunggu sekian lama tak kunjung pulang, warga yang telah ramai berkumpul mengetuk rumah kontrakan SM.

“Warga sudah ramai. Akhirnya baik-baiklah kita ketuk dulu. Yang buka pintunya SM. Pas ditanya ada laki-laki atau nggak yang masuk, awalnya nggak ngaku,” beber Reza, warga setempat, Minggu (4/6).

“Karena penasaran, digeledah. Ketemulah laki-laki ini lagi tiduran di kamar,” imbuhnya.

PNS berinisial BR yang diketahui menjabat sebagai Kepala Bagian di Pemkot Metro itu digerebek dengan SM, wanita bersuami yang telah memiliki dua anak.

Penggerebekan terjadi di Jalan Tabuhan Gang Mbetek, RT 05 RW 01, Banjarsari, Metro Utara, Sabtu (3/6) sekitar pukul 01.00 WIB.

Peristiwa penggerebekan itu berlangsung dramatis. Warga yang mengetahui BR mendatangi rumah SM pada tengah malam melakukan pengintaian.

Menunggu sekian lama tak kunjung pulang, warga yang telah ramai berkumpul mengetuk rumah kontrakan SM.

“Warga sudah ramai. Akhirnya baik-baiklah kita ketuk dulu. Yang buka pintunya SM. Pas ditanya ada laki-laki atau nggak yang masuk, awalnya nggak ngaku,” beber Reza, warga setempat, Minggu (4/6).

“Karena penasaran, digeledah. Ketemulah laki-laki ini lagi tiduran di kamar,” imbuhnya.

Ketua RT 05 Edy Saputra menjelaskan, BR diketahui datang bertamu sejak pukul 23.30 WIB.

“Ngakunya sih main. Tapi, kok pintu ditutup. Motor langsung dimasukin. Pas di dalam, kami lihat (BR) lagi duduk. Ini katanya sudah sering ke sini ternyata,” jelas Edy.

Menurut Edy, sebelumnya warga diminta suami SM, yang bekerja di perusahaan pengeboran minyak, untuk mengawasi gerak-gerik sang istri.

Sebab, lokasi kerjanya jauh, suami SM hanya dapat pulang ke rumah sebulan sekali.

“Suaminya ninggalin KK sama KTP, minta saya ngawasin. Jadi mulai dipantau sejak lima hari lalu. Kontrakan itu ditempatin dari Maret,” kata dia.

“Waktu digerebek, BR malah janjiin mau kasih berapa saja kalau beritanya nggak nyebar,” imbuhnya.

Meski ditawari uang, warga bergeming.

“Warga tidak ada yang mau. Jadi langsung kami serahkan ke babin untuk di bawa ke polsek,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan atau sikap dari Pemkot Metro terkait oknumnya yang ditangkap warga karena dugaan melakukan hubungan gelap.

Begitu pula dari Inspektorat yang telah dihubungi awak media.

Diserahkan ke Polres

Polsek Metro Utara membenarkan adanya oknum pejabat Pemkot Metro yang diamankan warga lantaran diduga berbuat asusila.

Kepala Polsek Metro Utara Ajun Komisaris Indriyanto mengatakan, warga telah menyerahkan sepasang pria dan wanita yang bukan suami istri itu ke mapolsek setempat.

Sayangnya, Indriyanto tak memberikan pernyataan lebih lanjut, karena kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

“Kalau pengakuannya, BR ini main ke rumah SM. Kemudian ada warga yang ngegerebek,” terang Indriyanto, Minggu (4/6). “Pengakuannya belum melakukan hubungan suami-istri,” imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk kepentingan penyidikan, kasus tersebut akan diserahkan ke Polres Kota Metro. “Untuk keterangan lebih lanjutnya, nanti silakan ke polres,” ujarnya. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com