Isa Nahkodai DPC Pospera Metro

METRO  –  Setelah melalui proses panjang akhirnya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kota Metro akhirnya mendapat Surat Keputusan (SK) mandat dari DPD Pospera Lampung.

Secara simbolis Sekertaris Umum DPD Pospera Lampung Toni Rahman memberian SK kepada Isa Asrory selaku ketua DPC Pospera Kota Metro dan disaksikan unsur terkait didalamnya, dihalaman Seketariat DPC Pospera Kota Metro, Jalan Kamboja RT 10 RW04 Ganjaragung Metro Barat, Kamis (12/10) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Sekertaris 1 DPD Pospera Provinsi Lampung, Fadri Eka Sapitra menegaskan bahwa SK yang diberikan DPC Pospera Kota Metro dapat digunakan sebaik-baiknya. Tidak ada dualisme kepemimpinan DPC Pospera Kota Metro.

“ Saya tegaskan hanya ada satu kepengurusan DPC Pospera Kota Metro yang di nahkodai Isa Anrory, diluar itu kita tidak mengakuinya,” tegasnya.

Sambungnya, kalau ada yang mengatasnamakan Pospera diluar kepengurusan ini dan apabila mereka merugikan nama Pospera dan merugikan rakyat Kota Metro,  kita mintak kepada aparat agar diproses secara hukum..

“ Kami berharap kedepan DPC Pospera Kota Metro dapat menjalankan tugasnya sesuai aturan dan ADRT (Anggaran Dasar Ruamah Tangga) yang ada. Serta mengawal program nawacita Presiden RI Joko Widodo sebagai mata telinga  mulut dan hati rakyat,”tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC Pospera Kota Metro, Isa Ansory menyatakan untuk tahap awal semua bidang sudah ada difungsikan di kepengurusan DPC Pospera Kota Metro. Sedangkan untuk relawan atau massa 137 orang.

“Kita akan targetkan juga untuk pembentukan PAC (Pengurus Anak Cabang) dalam waktu dekat ini. Namun progress utama adalah memaksimalkan ketua bidang terlebih dahulu. Setiap ketua bidang minimal akan membawahi 20 anggota,” teranganya.

Lebih lanjut, kata Isa rencana deklarasi Pospera Kota Metro paling cepat tiga bulan kedepan, yang akan digelar di Lapangan Mulyojati 16c Metro Barat dengan estimasi massa mencapai 1.500 massa.

“Target utama Pospera adalah sama dengan Pospera di Pusat yakni sebagai Ormas yang tidak menjadikan kekerasan dan intimidasi sebagai pola gerak dan watak organisasi. Pospera lebih mengorganisir mereka yang dimarginalkan dan membela yang terpinggirkan,”pungkasnya. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com