DPRD Nilai Pemkot Gagal Kembangkan Nuwo Intan

METRO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro menilai Pemerintah Kota Metro gagal dalam melakukan pengembangan Sentral Makanan Siap Saji Nuwo Intan Kota Metro. Itu menyusul sejak tahun anggaran 2015-2017 progras rencana pengembangan hingga saat ini belum juga di tempati oleh para pedagang.

Ada Apa ? Kadisdag Minta Nuwo Intan Jangan Diekspos Dulu

Anggota DPRD Kota Metro Nasriyanto Effendy mengatakan bahwa Nuwo Intan sudah beberapa kali di anggarkan, baik anggaran 2015-2016, bahkan 2017 juga mendapat suntikan anggaran untuk perbaikan. Artinya beberapa kali dianggarkan, namun hingga saat ini tak kunjung di manfaatkan dengan baik oleh para pedagang.

“ Jadi artinya anggaran yang sudah diplot dari APBD Kota Metro tidak bermanfaat. Tentu saja yang menjadi pertanyaan kita, pengelolaan yang dilakukan Dinas Pergadangan yang salah, atau memang pedagang yang tidak mau menempati,” ungkapnya, Minggu (14/1/2018).

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtra ini menilai Pemkot Metro melalui dinas terkait dianggap gagal dalam perncanaan awal. Dimana kalau misalkan dinas pergadangan tidak mampu melakukan pengelolaan Nuwo Intan dengan baik, ya berarti memang semacam “Wanprestasi” dinas itu sendiri.

“Nah, ini menjadi persoalan juga tahun lalu para pedagang juga sudah dilakukan pengundian untuk menempati Nuwo Intan. Bahkan sudah ada daftar nama-namanya, kalau mereka tidak mau menempati ya di kasihkan kepada yang lain yang mau untuk usaha. Masih banyak pedagang yang membutuhkan tempat,”terangnya.

Lebih lanjut, Nasriyanto meminta Pemkot harus tegas mengambil sikap serta langkah dan memberikan kebijakan pengembangan Nuwo Intan.  Terkait adanya isu rencana akan dilakukan lelang oleh dinas pergadangan.

Menurutnya, kalau misalkan akan di lakukan lelang berarti para pedagang  yang sudah pernah didata tercantum nama-namanya dibatalkan dan ikut lagi.

“Ya saya sejutu saja, asalkan ada kesepakatan dengan harapan tidak terjadi gesekan. Gak papa kalau mau di lelang, yang jelas tempat itu harus sudah di manfaatkan sebagai mana  fungsinya. Nah, sampai sekang kan tidak jelas. Malah sekarang saya lihat halamannya buat parkir kendaraan dan gerobak Pedagang Kaki Lima (PKL) sehingga terkesan kumuh,”pungkasnya. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com