DPRD Minta Kasus Pengeroyokan di SMPN 7 Diusut Tuntas

METRO – Kasus dugaan pengeroyokan siswa SMPN 7 Metro terhadap satpam di sekolah tersebut, mendapat sorotan dari kalangan legislatif anggota DPRD Kota Metro. Dewan minta kasus tersebut dapat segera diusut tuntas agar ada efek jera. Itu menyusul telah menjadi viral di media sosial (Medsos) khususnya di Bumi Sai Wawai.

Disdikbud Beri Sinyal Kuat, Siswa Terlibat Terancam Dikeluarkan

Anggota DPRD Kota Metro Nasriyanto Efendy menyayangkan bila kejadian itu benar seperti itu.  Tindakan yang dilakukan  siswa-siswa tersebut mengeroyok satpam adalah tindakan tidak terpuji. Siswa yang terlibatb harus di panggil oleh pihak sekolah, begitu juga orangtuanya, diberikan pengarahan, pembinaan, teguran serta perjanjian.

Kasus Pengeroyokan Siswa SMPN 7 Metro Vs Satpam, No.7 Bikin Geregetan

“Sanksi harus diberikan secara tegas oleh sekolah kepada. Tindakan  sekelompok siswa ini jelas ada dugaan terencana dan sangat membahayakan keselamatan orang lain, apa lagi yang dikeroyok adalah penjaga keamanan disekolah mereka menimba ilmu,”ungkapnya, Senin (27/11/2017).

Politisi dari PKS (Partai Keadilan Sejahtra) ini menyarakan kepada pihak sekolah tak hanya menegur secara lisan terhadap hukuman siswa yang terlibat, anak tetapi ini merupakan tindakan terencana yang dilakukan siswa untuk mengeroyok satpam. “ Harus diberi teguran tertulis dan membuat surat perjanjian disaksikan orangtua, kalau mengulangi lagi bisa diambil tindakan, misalkan dipindakhan sekolah atau dikeluarkan,”tegasnya.

Astaga, Siswa SMPN 7 Metro Bonyok Ditangan Satpam

Tak hanya itu, termasuk masalah intip mengintip tersebut, itu masalah akhlak pembentukan karakter siswa diperkuat. Dalam hal ini, guru BK (Bimbingan Konseling) harus lebih berperan lagi.

“Kasus kekerasan dilingkungan sekolah kiat hari-kian meningkat. Berbagai permasalahan kerap dihadapi pihak sekolah. Pemkot Metro melalui dinas terkait harus lebih proaktif lagi melakukan evaluasi serta meningkatkan pembinaan kepada kepsek, baik guru tenaga pendidik, siswa, satpam ataupun yang lain,”tuturnya.

Langkat tersebut, tambah Nasriyanto diharapan mampu meminimalisir angka kekerasan dilingkungan sekolah. Apalagi Kota Metro menjadi pilot projeck SRA (Sekolah Ramah Anak).

“Kalau kasus ini, tidak selesai melalui jalur mediasi antara yang bersangkutan, saya minta kasus pengeroyokan sekelopok siswa terhadap satpam dapat diusut tuntas siapa dalangnya, dan siapa yang salah siswa atau memang arogansi oknum satpam, ”pungkasnya. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com