Dosen dan Mahasiswa Siap Jalani Tes Urin

Sejumlah dosen dan mahasiswa empat (4) perguruan tinggi swasta dibawah naungan Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Darma Wacana Metro siap dilakukan tes urin secara bertahap. Bahkan dalam waktu dekat ini mereka akan mengelar aksi besar-besaran mengkampanyekan pencegahan bahaya narkoba.

Ketua IV Bidang Kersama Dharma Wacana Metro, Waspa Kusuma Budi mengatakan, bahwa adanya MoU (Memorandum Of  Understarding) dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Metro ini permintaan pihak kampus. Kita siap memfasilitasi sosialisasi kepada mahasiswa tentang program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

“Pihak kampus sangat mendukung program BNN dalam memberantas penyalahgunaan narkoba dilingkungan kampus. Apalagi memberikan materi langsung kepada mahasiswa dan para dosen. Lebih baik mencegah dari pada mengobati,”ungkapnya, Rabu (13/9).

Tak hanya MoU, kata Budi masing-masing perwakilan Perguruan Tinggi Swasta yakni STISIPOL, STIMIK, AKPER, dan AKPER yang dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiwa juga dikukuhkan secara simbolis sebagai satgas anti Narkoba.

“Tugas mereka sangat berat ikut mensosialisasikan kepada kawan-kawan mahasiswa lainya yakni program P4GN dari BNN. Soal tesurin kita akan gelar dalam waktu dekat ini,”cetusnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Metro, Saut Siahaan menyatakan pelajar dan mahasiswa adalah kelompok yang memegang peranan penting dalam menentukan nasib bangsa dan Negara dimasa yang akan datang. Oleh karna itu, Negara berkewajiban menciptakan longkungan yang baik bagi tumbuh kembang mereka. Menjaga mereka dari ancaman bahaya narkoba adalah pekerjaan yang tidak mudah dan tidak dapat dilakukan secara sektoral atau parsial.

Negara dan seluruh komponen masyarakat termasuk dunia pendidikan harus bersama-sama, bahu membahu mewujudkan daya tangkal, daya cegah terhadap penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda agar mampu menolak narkotika dan siap menjadi generasi tangguh serta siap menerima tongkat estafet kepemimpinan di negeri ini.

“Hasil survey penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba kepada kelompok pelajar dan mahasiswa di 11 provinsi 2016 BNN merilis anggka prevalensi pernah pakai narkoba sebesar 3,8 persen. Artinya dari 100 pelajar atau mahasiswa terdapat 4 orang yang pernah pakai narkoba. Ini tugas kita bersama-sama memerangi bahaya peredaran barang haram dilingkungan sekitar,”tungkasnya. (*)

Laporan : F. Kurniawan Sandy

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com