Djohan : Korban Keluar dari Mobil
L
METRO – Indonesia Offroad Federation (IOF) Pengurus Cabang Kota Metro mengaku peristiwa naas yang dialami Nyoman Ariyanto atau yang dikenal Komang Herianto lantaran korban keluar dari mobil. Pasalnya, peristiwa naas tersebut tidak akan terjadi jika korban mematuhi aturan yang berlaku di arena sirkuit.
“Yang pasti dia karena keluar. Kalau dia mengikuti aturan, sebenarnya tidak rumit medan itu dilalui mobil,” teran Ketua IOF Pengcab Kota Metro Djohan, Senin (24/7).
Menurutnya, acara tersebut digelar dengan susunan kepanitiannya yang sudah dibentuk. Tentunya juga dilakukan dengan perencanaan yang matang, dan sesuai prosedur. “Itu ada panitia penyelenggaranya. Saya sendiri baru dilantik pagi itu,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan kemeriahan adventur offroad yang digelar IOF Pengcab Kota Metro di arena sirkuit Tejosari, Kota Metro berakhir duka. Acara yang diikuti sebanyak 55 offroader se-Lamoung tersebut berubah histeris lantaran salah satu peserta Nyoman Aryanto yang lebih dikenal dengan nama Komang Herianto mengalami insiden kecelakaan hingga merenggut nyawanya.
Korban yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Ahmad Yani Kota Metro sekitar pukul 11.20 WIB akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah tertimpa mobil offroad yang dikemudikannya, Sabtu (22/7). Diketahui, Komang terjepit kuda besinya dan mengalami pendarahan hebat di bagian telinganya.

Saat kejadian diketahui Komang berada satu mobil dengan J Natalis Sinaga yang merupakan Wakil Ketua DPRD Lamteng. Sayangnya, Natalis belum bisa dikonfirmasi karena mengalami shock berat usai kejadian. Apalagi melihat rekannya meninggal di tempat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari peserta offroad, korban tidak mengenakan sabuk pengaman saat terjadi kecelakaan. Oleh sebab itu, saat mobil terguling, tubuhnya terpental pental di dalam mobil yang mengakibatkan luka serius di bagian kepalanya. “Medannya yang menjadi lokasi kecelakaan memang berat. Korban tidak pakai sabuk pengaman, sehingga terpelanting tubuhnya,” ujar Heru.

Berdasarkan pantauan Radar Metro di RSUD A Yani, tampak keluarga besar Komang Herianto, peserta offroad yang menjadi korban meninggal menangis melihat tubuh anggota keluarganya terbujur kaku. Tampak kakaknya Made Boleanto dan adiknya I Wayan Surya Wibowo datang ke RSUD A Yani. Berturut turut mantan Kapolres Lamteng AKBP Dono Sembodo yabg juga peserta offroad, Parlin, dan sejumlah kerabat dan temannya datang ke rumah sakit dengan mata memerah.

Sementara itu, pasca insiden panitia langsung menghentikan event tersebut. Semua peserta sepakat menyumbangkan hadiah kepada rumah duka. “Insiden ini tidak diduga-duga. Kedepan untuk pembelajaran bagi teman-teman offroad untuk selalu hati-hati dan waspada, mengutamakan keselamatan dan peralatan keamanan. Titik berat bagimanapun, mahalnya kendaraan dan canggihnya tetap diutamakan keselamatan,” ujar Wawan Kordinator Pelaksan Offroad.

Lebih lanjut, kata Wawan, mengucapkan permohonan maafnya kepada keluarga korban. “Bagaimanapun juga ini adalah musibah. Kita selaku panitia minta maaf, dan ini rencananya kami akan melakikan penggalangan dana untuk disumbangkan ke rumah duka,” tutupnya. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com