LampuIJO.com– Dinas Sosial (Disos) Kota Metro membantah pernyataan Panitia Khusus (Pansus) DPRD terkait naiknya angka kemiskinan di Kota Metro. Berdasarkan data Disos angka kemiskinan di Kota Metro tahun 2017 ini masih sama dengan tahun lalu di angka 10,29 persen atau sebanyak 16.240 jiwa dari jumlah penduduk Kota Metro.
“Angka kemiskinan yang disampaikan DPRD itu bukan angka kemiskinan sebenarnya di Kota Metro. Angka 8.515 itu merupakan angka Basis Data Terpadu (BDT) Kota Metro tahun 2015. Jadi kalau angka kemiskinan di Kota Metro meningkat jadi 8.515 KK itu tidak benar. Angka kemiskinan dan BDT itu berbeda,” jelas Sekretaris Disos Kota Metro Subehi, Selasa (18/7/2017).
Ia menerangkan, BDT merupakan data program bantuan pemerintah untuk pengentasan kemiskinan. Dimana, dalam BDT ada 5 standar ukuran yang digunakan. Yakni tidak miskin, hampir tidak miskin, hampir miskin, miskin dan sangat miskin. Sedangkan, untuk standar ukuran kemiskinan yakni bagaimana masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok.

“Dari 8.515 KK itu 6.087 KK mendapat Rastra, sedangkan 2.855 itu mendapat bantuan PKH. Di BDT itu ada rankingnya dari 1 sampai yang teratas 8.515 itu. Itu yang 6.000 ke atas bukan lagi masyarakat miskin. Tetapi karena ada bantuan pemerintah warga yang hampir miskin itu jug diberikan bantuan. Jadi jelas berbeda angka kemiskinan dan BDT,” terangnya.

Menurutnya, angka kemiskinan di Kota Metro lebih baik dari Provinsi Lampung. Pasalnya, angka kemiskinan provinsi tahun 2015 sebanyak 14,35 persen. Sedangkan angka kemiskinan nasional berjumlah 11,22 persen.

“Jadi tidak benar katanya semenjak kepala daerah yang baru angka kemiskinan Metro meningkat. Angka kemiskinan dan BDT itu hasil Susenas tahun 2015, sedangkan pak wali baru duduk tahun 2016. Jadi tidak benar itu,” tampiknya.

 Sebelumnya, Panitia Khusus (Pansus) Pertanggungjawaban APBD TA 2016 DPRD Metro mengingatkan pemerintah setempat untuk memperhatikan penduduknya. Itu menyusul naiknya angka kimiskinan tahun ini sebesar 36,6 persen dari tahun sebelumnya. Diketahui warga miskin di Bumi Sai Wawai sebesar 8.515 KK dari tahun sebelumnya sebesar 6.000 KK. (*)
News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com