METRO  – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro berencana akan menjadi mediator dalam kasus dugaan perkelahian siswa SMPN 7 Metro dengan oknum Satpam  berinisial R (23) di sekolah tersebut. Sebelum mengambil langkah lebih jauh.  Disdikdud berikan sinyal kuat, bahkan siswa tersebut terancam akan dikeluarkan.

Astaga, Siswa SMPN 7 Metro Bonyok Ditangan Satpam

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Ir. Ria Andari mengaku sudah mendapat laporan dari kepsek tentang persoalan tersebut. Dirinya juga baru mengetahui  duduk persoalanya pun masih sepihak, sepontanitas sangat di sayangkan kejadian itu terjadi.

“ Jadi senin besok, saya akan menjadi Inspektur upacara di SMPN 7 Metro dan akan memberikan pembinaan langsung terhadap siswa dan guru, berikut satpam dan saksi mata seperi apa kejadianya. Biar kita pecahkan dengan jalur mediasi musyawarah mufakat,” ungkapnya, disela-sela acara jalan sehat HUT PGRI ke 72 dan HGN 2017 di Kota Metro, Minggu (26/11/2017).

Kasus Pengeroyokan Siswa SMPN 7 Metro Vs Satpam, No.7 Bikin Geregetan

Dengan nada tinggi, Ria berharap SMPN 7 Metro bisa menjadi SMP favorit, bukan tauran dan kekerasan yang diunggulkan. “Jujus saya sangat kecewa, nah ini kita akan datang kesana dialog dengan anak-anak dan dewan guru, mudah-mudahan bisa kita temukan jalan keluarnya,”katanya.

Disinggung soal banyak ditemukan kasus kekerasan di Kota Pendidikan. Ria membantah hal tersebut. “Saya fikir bukan raport merah, ini hanya bagian yang memang terjadi didalam kehidupan kita. Sekarang yang terpenting, disdikbud akan mencari akar permasalahan, banyak hal positif kok yang sudah berhasil dilakukan untuk Kota Metro,” kliahnya.

Ria juga mencontohkan belum lama ini guru atau tenaga pendidik di Kota Metro satu-satunya mendapat nilai tertinggi uji kompetensi se- Lampung, dan Kota Metro sukses mengelar ujian nasional berbasik komputer (UNBK), nilai UN tertinggi ada di Kota Metro, jadi banyak prestasi yang berhasil ditorehkan siswa Kota Metro.

“ Jadi kalau ada 1-2 persoalan akan kita selesaikan, saya juga tidak tinggal diem, makanya disdikbud akan datang ke sekolah untuk mengklarifikasi duduk persoalan tersebut. Soal sanksi, kalau terbukti siswa yang salah akan kita ikuti aturanya, kan sekolah ada penilaiannya masing-masing.   Kalau memang yang bersangkutan posisinya sudah cacat dimata dewan guru dan banyak membuat permasaalah disekolah, ya terpaksa akan dikeluarkan. Kalupun masih ada toleransi untuk dilakukan pembinaan ya akan dilakukan pembinaan, yang pasti ada perjanjian tertulis,”tegasnya.

 Begitu juga, tambah Ria oknum satpam juga akan dilarifikasi, apa masalahnya sampai dia terpancing emosi. “Kita tidak bisa langsung Men-Jugde-Men (Menuduh). Kita akan datang dan melihat sama-sama permasalahanya, sebab saya baru mendapat laporan sepihak. Rasanya tidak adil kalau kita tidak menayakan langsung kepada yang bersangkutan,”bebernya.

Disamping itu juga, Ria memberikan sinyal kuat menaggapi kasus ini, dan berencana akan mengumpulkan semua yang bersangkutan dengan duduk bareng. “Terlebih bisa diselesaikan atau tidak, kalau tidak bisa diselesaikan yang dah melalui jalur hukum. Kita rembukan dulu musyawarah mufakat. Saya kira tidak ada arogansi, ini cuma ketersinggungan saja,”pungkasnya. (*)  

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com