Demo Tolak UU MD3, Dua Mahasiswa Terluka

METRO – Tidak hanya di Jakarta dan Kabupaten/kota di Indonesia Aksi demo menolak revisi UU MD3. Di Kota Metro Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Metro juga melakukan aksi demo di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota setempat, Rabu (7/3/2018). Dalam aksinya puluhan massa mahasiswa tersebut menuntut legislatif untuk turut serta menolak revisi UU MD3 (MPR, DPR, DPRD, dan DPD).

Namun sayang, alih-alih mendapatkan hasil yang di inginkan, Dua orang peserta demo justru menjadi korban saat aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat gabungan yang menjaga jalanya orasi.

Ketua PMII Cabang Metro Galih Pangestu menyayangkan atas tragedi yang menimpa anggotanya. Menurutnya, seharusnya aparat tak perlu agresif menangani aksi mahasiswa.

“Aksi ini sebetulnya kita tidak mau berbenturan dengan kepolisian karena kepentingan kami adalah bertemu dengan anggota dewan, dan kami saat ini sangat kecewa ketika ada dua anggota PMII yang terluka kepalanya akibat dorong-dorongan dan diduga terinjak-injak aparat,”ungkapnya.

Meski kecewa lantaran tak satupun Wakil Rakyat yang duduk di kursi legislator menjumpai peserta aksi. Namun pihaknya telah di janjikan untuk berdialog pada hari Jum’at, 9 Maret 2018 mendatang.

“Hasil audiensi hari ini bahwa pak sekwan memfasilitasi pertemuan PMII dengan anggota dewan pada hari Jum’at besok di gedung DPRD pada jam 9 pagi. Tadi juga disaksikan juga oleh 10 orang anggota yang mewakili teman-teman. Tentunya kita akan kembali, ketika hari ini kita belum bertemu dengan anggota dewan. Kita juga sedikit kecewa dengan kondisi anggota dewan hari ini, dimana kita sudah melayangkan surat, janjian tapi tidak ada satupun anggota dewan yang hadir,” jelasnya.

Sementara itu dalam audiensi tersebut, Sekertaris Dewan Budiono berjanji akan memfasilitasi pertemuan mahasiswa PMII dengan anggota DPRD Kota Metro.

“Jum’at besok kalian akan kita fasilitasi pertemuannya, tapi kapasitas maksimal 50 orang diruangan ini,” ucap Budi.

Sementara itu diketahui, Dua orang yang menjadi korban luka dalam aksi tersebut di antaranya Tanzili (22) yang mengalami luka di bagian dahi sebelah kanan, serta Candra Putra (23) mahasiswa yang juga mengalami luka dibagian bawah telinga hingga pipi sebelah kanan. (*)

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com