Buntut Kecelakaan, IOF Diminta Beberkan SOP Arena Offroad

LLampungijo.com, – Kegiatan Off road yang di gelar Indonesia Offroad Federation (IOF) Pengurus Cabang Kota Metro, diarena sirkuit Tejosari Kota Metro sepanjang 3 kilo meter berlangsung seru. Acara yang diikuti sebanyak 55 Offroader se- Lampung tersebut berubah histeris.

Lantaran salah satu peserta Komang Herianto (42) mengalami insiden kecelakaan hingga merenggut nyawa saat di larikan di  Rumah Sakit A.Yani Kota Metro, sekitar pukul 11.20 WIB , sabtu (22/7). Diketahui Komang tercepit kuda besinya dan mengalami pendaraan cukup hebat di telinganya.  Hal tersebut sontak langsung mendapat perhatian dari sejumlah pengamat hukum.

“Meskipun ini adalah kecelakaan tunggal dalam insiden diarena sirkuit. Seceara profesional penegak hukum, dalam hal ini kepolisian harus mengusut tuntas kasus yang merenggut nyawa peserta Offroad. Apakah pihak penyelengara sudah memperhatikan standar oprasional prosedur (SOP). Seperti kelayakan kendaraan, cek kesehatan joki, dan peralatan lainya,”cetus Edy Rudianto pengamat hukum, Minggu (23/7).

Menurut mantan Offroadder asal Kota Metro ini, arena medan sirkuit di Tejosari tersebut tidaklah se-ekstrim yang dibayangkan. Hanya ada beberapa kelokan dan tanjakan,  tapi sudah layak dikatagogikan untuk acara –acara event Adventure Offroad.

“Yang menjadi pertanyaan publik saat ini. Sebelum star dan hari H pelaksanaan. Apakah kendaraan para peserta sudah memenuhi ketentuan pihak IOF. Sebab informasi yang beredar joki tersebut yakni Alm Komang tidak memakai sabuk pengaman (Saftbell) pada saat tancap gas dimedan berat tanjakan berlumpur,”ungkapnya.

Kalau tidak memenuhi ketentuan, timpal Rudi jangan dipaksakan. Sebab permaianan Offroad membutuhkan nyali dan mental terutama sehat fisik jasmani dan rohani.Bila perlu uji tes kesehatan, pihak penyenggara IOF harus bener –benar jeli menmperhatikan. Bahaya dan resiko para peserta saat berada di medan berat.

“Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Namanya musibah tidak ada yang tahu, paling tidak sudah memenuhi ketentuan untuk meminimalisir insiden kecelakaan diarena sirkuit. Meskipun kecelakaan diarena pihak kepolisian juga harus olah tempat kejadian untuk memastikan kebenarnya. Dan memanggil ketua Pengcab IOF Kota Metro menjabarkan seperti apa kronologisnya, agar tidak simpang siur informasi yang diberikan kepada masyarakat,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua IOF Pengcab Kota Metro, Djohan, saat konfirmasi melalui via telephone tidak memberikan jawabab. Meskipun telephone selulernnya aktif , namun tidak diangkat. Pesan singkat yang dikirim melalui via SMS (Short Massage Service)  juga tidak dibalas. (F1)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com