METRO – Badan Pusat Stastistik (BPS) Kota Metro tengah genjar menjalankan program survei biaya hidup (SBH) 2018. Tidak semua warga mendapatkan survei tersebut, lantaran petugas hanya menggunakan sample rumah tangga.

Kepala BPS Kota Metro Mimik Nurjanti, S.Si,. M.Si mengatakan bahwa tujuan SBH ini untuk menghasilkan paket komoditas dan diagram timbang terbaru, dalam perhitungan IHK (Indek Harga Konsumen). Pelaksanaan SBH menggunakan sampel rumah tangga yang independen setiap triwulan selama tahun 2018.

“Setiap triwulan 30 blok sensus lokasi sampel untuk survei. Kemudian di tiap blok sensus kita akan mengambil 10  sample rumah tangga, jadi dalam satu tahun total ada 120 blok sensus, dan jumlah rumah tangga yang menjadi sample 1.200 kepala rumah tangga,” ungkapnya, Selasa (9/1/2018).

Mantan Kepala BPS Lampung Utara kembali menegaskan terkait SBH ini tidak ada kesulitan dalam melakukan survei. SBH ini juga sudah pernah di lakukan pada 2012 silam. Rumah tangga mencatat pengeluaran konsumsi bukan makanan setiap bulan, sedangkan konsumsi makanan dicatat setiap hari selama seminggu pada bulan terakhir setiap triwulan.

”Di provinsi Lampung yang mendapatkan program SBH hanya Kota Bandar Lampung, dan Kota Metro. Secara nasional di Indosesia 90 Kota. Hasil SBH 2018 ini akan dijadikan sebagai bahan untuk menyusun survei pengeluaran konsumsi rumah tangga di daerah perkotaan untuk mendapatkan pola konsumsi masyarakat,” pungkasnya. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com