DPRD Jaring Aspirasi Rakyat, Realisasikan Program Pembangunan

METRO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro menggelar reses ke sejumlah daerah pemilihan (dapil). Seperti dilakukan Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda yang melakukan reses di Dapil Metro Selatan tepatnya di Kelurahan Margodadi, Metro Selatan, Selasa (20/02/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Anna menerima sejumlah usulan masyarakat. Salah satunya permintaan masyarakat untuk pengadaan tempat sampah atau motor sampah. Menurut warga tidak adanya tempat penampung sampah membuat warga membuang sampah di pinggir jalan. Kondisi ini membuat sampah berserakan bahkan masuk ke dalam sungai.
Tidak hanya itu, masyarakat juga meminta pembangunan drainase di wilayah Kelurahan Margorejo, Metro Selatan. Terlebih masih minimnya pembangunan drainase membuat air tidak bisa mengalir dengan lancar. Kondisi ini juga sering menyebabkan air menggenang dan banjir.

“Untuk usulan warga ini nanti kita akan usahakan bak sampahnya. Tidak bak sampah mungkin bisa diadakan seperti motor roda 3. Nah untuk drainase juga akan saya usahakan agar secepatnya. Karena kondisi cuaca yang tidak menentu seperti musim hujan saat ini, air bisa menyumbat dan menyebabkan banjir,” ujar Anna.

Tidak hanya itu, lanjut Anna, usulan warga yang meminta untuk pelebaran jalan juga sangat dipresiasinya. Terlebih warga sudah rela menghibahkan tanahnya untuk perlebaran jalan Buper. “Saya sangat mengapresiasi dukungan masyarakat agar jalan menuju Buper dilebarkan. Saya fikir ini sebagai bentuk dukungan masyarakat untuk mewujudkan visi Kota Metro sebagai wisata keluarga. Terlebih dengan dilebarkannya jalan ke Buper ini akan membuka peluang usaha dalam meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, karena banyaknya wisatawan yang datang,” paparnya.

Sementara itu, reses juga dilakukan DPRD Kota Metro Dapil Metro Timur, Rabu (21/2/2018) malam. Dalam reses tersebut juga dihadiri Wakil Ketua I Fahmi Anwar, Ketua Komisi I Basuki, dan Ketua Komisi III Hendri Susanto.
Anggota DPRD Kota Metro Basuki mengatakan, ada beberapa usulan masyarakat yang harus menjadi perhatian. Salah satunya, yakni keinginan masyarakat Kecamatan Metro Timur yang ingin Jalan KH Dewantara diperindah dan dibuat agar mencerminkan kawasan pendidikan. Sebab, kawasan tersebut merupakan kawasan pendidikan.

“Kemudian soal kos-kosan. Kan kita sudah memiliki Perda rumah kos. Jadi saya harapkan mereka mendata. Dan pemilik kos juga harus melaporkan penghuninya. Mereka juga harus bertanggungjawab soal keamanan dan ketertiban. Sudah ada Satpol PP yang sudah sering melakukan razia. Ya itu ditegakkan Perdanya,” katanya.

Kemudian, lanjut Basuki, soal pengembalian fungsi trotoar jalan. Sebab, sekarang sudah banyak trotoar yang digunakan masyarakat untuk menaruh banner dagangan, maupun lainya. Salah satu contohnya, yakni Jalan KH Dewantara.
“Satpol PP juga sudah mulai gerak. Nah, kami juga di DPRD selalu menghimbau dan mendorong penegak Perda supaya mengatasi permasalahan ini dengan bijak. Supaya trotoar ini kembali pada fungsinya,”paparnya.

Selain itu, tambah dia, yang perlu mendapat perhatian yakni pemberlakuan satu arah di Jalan KH Dewantara. Hal ini, untuk mengurai kemacetan dijalan tersebut. Pasalnya, saat ini jalan tersebut kerap macet terlebih saat jam sibuk ataupun jam sekolah.

“Nanti keluarnya di Jalan Terong. Alhamdulillah tahun 2018 ini sudah ada pelebaran. Ini masuk rencana strategis (renstra), nanti perlu dilebarkan Jalan KH Dewantara, kemudian drainasenya dilebarkan juga. Kemudian di depan Chamart itu dibuat lurus, karena kalau begitu akan berbahaya. Itu rencana kita 2 atau 3 tahun kedepan,” tandasnya. (adv)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com