Bonus Melayang, Atlet Lampura Peraih Medali Justru Diperiksa Kejaksaan

Lampung Utara – Rupanya tugas para atlet bukan hanya untuk mengharumkan nama daerahnya dengan meraih berbagai prestasi. Seperti di Lampung Utara (Lampura), para atlet yang telah membawa pulang sejumlah medali di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2017 lalu malah harus memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabumi, Selasa (10/42018).

Tapi jangan salah sangka dulu, rupanya para atlet itu dipanggil Kejari sebagai saksi atas dugaan penyelewengan dana oleh oknum Dispora Lampura. Dimana dana tersebut adalah bonus yang akan diberikan kepada para atlet peraih medali di Porprov Lampung.

Pemanggilan itu berawal dari janji bonus yang akan diberikan kepada para atlet peraih medali. Janjinya, bonus itu akan diberikan pada Februari tahun ini, namun hingga kini belum terealisasi dan berakhir ke ranah hukum.

Dwi Hananto, selaku manager cabor karate mengatakan, atlet karate Kabupaten Lampung Utara meraih 12 medali emas, 5 perak, dan 8 perunggu. Menurutnya, para atlet yang telah memenuhi kewajibanya itu sudah selayaknya mendapatkan bonus yang sudah dijanjikan. Namun sayang, bukanya dapat bonus para atlet malah harus memenuhi panggilan pihak berwajib.

“Pada dasarnya kami selaku pelaku olahraga tidak menyalahkan siapapun dalam situasi ini. Cuma masalah bonus itu memang murni haknya atlet dan pelatih yang sudah dijanjikan pemerintah. Sesuai dengan kehidupan ini, yaitu ada hak dan kewajiban. Kewajiban sudah kita lakukan dan seyogyanya hak pun kita dapatkan,” ujar Dwi Hananto di Kantor Kejari Lampura, kepada sejumlah awak media, Selasa (10/4/2018).

Ia menjelaskan, pemerintah setempat berjanji akan merealisasikan bonus itu pada Februari 2018. Hal tersebut disepakati setelah adanya rapat di ruang KONI Lampura.

”Semoga kedepannya pembinaan atlet di Kabupaten Lampung Utara dapat lebih baik lagi. Karena dengan adanya peristiwa semacam ini akan membawa dampak negatif bagi semua sektor,” sesalnya.

Sementara Kejari Lampung Utara belum mau membeberkan siapa saja yang terlibat dalam dugaan kasus penyelewengan bonus atlet tersebut. Pasalnya, saat ini Kejari tengah melakukan pendalaman.

“Perkara ini tengah di dalami, kalau tersangkanya sudah pasti ada. Tapi tidak sekarang kita sampaikan,” kata ricky Ramadhan Kasi Pidsus Kejari Lampura.

Ia menjelaskan, pemeriksaan ini hanya untuk mencocokkan kebenaran antara data yang diperoleh pihak kejaksaan negeri. Terkait benar atau tidaknya menerima uang saku, penginapan, bonus serta fasilitas lainya.

“Sebagian sudah kita mintai keterangan untuk mengkroscek benar atau tidak menerima fasilitas yang disediakan,” pungkasnya. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com