Baru Empat Bacalon Yang Mendaftar, Wakil Ketua Golkar Lamteng : Kami Melakukan Penjaringan Bagi Bacalon Yang Serius Bukan Hanya Iseng-Iseng

Lampung Tengah – Penjaringan bakal calon (bacalon) kepala daerah (kada) dari partai Golkar Lampung Tengah (Lamteng) sampai hari terakhir penjaringan hanya terdapat empat nama bacalon yang telah mengambil berkas penjaringan ke DPD II Golkar Lamteng tersebut.

Diketahui untuk saat ini terdapat banyak nama-nama baru yang pertama kalinya akan mengikuti even lima tahunan itu, seperti Muhammad Ikhsan, Abdullah Surajaya, Jauhary Subing, Nessy Mustafa, Miswan Rody dan Ardito Wijaya, dari wajah-wajah baru yang kemungkinan akan mengikuti kontestasi ke depan hanya dokter Ardito Wijaya Pairin saja yang mengembil berkas dan sudah mengembalikan berkas sebagai bakal calon wakil bupati.

Tetapi hal itu tidak mencerminkan keseriusan bacalon tersebut untuk mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada) Lamteng 2020 mendatang.

DPD II Golkar Lamteng yang mengenakan biaya administratif pendaftaran penjaringan sebesar Rp.25 juta untuk bacalon bupati dan Rp.20 juta untuk bacalon wakil bupati yang akan mengikuti penjaringan membuat beberapa nama bacalon lainnya menyurutkan niatnya untuk mendaftar di partai berlambang beringin tersebut.

Wakil Ketua DPD II Golkar Lamteng, MA Muhammad Ersad mengatakan sampai siang ini, hari terakhir penjaringan bacalon kada dari partai Golkar baru terdapat empat nama bacalon yang mengambil berkas penjaringan.

“Baru ada empat yang sudah mengambil berkas penjaringan. Musa Ahmad (bupati), Ardito Wijaya (wakil bupati), Loekman Djoyosoemarto (bupati) dan yang terakhir Nessy Mustafa (bupati) tadi pagi sudah mengambil berkas yang diwakili oleh LO nya bung Badarsyah” terang Ersad yang juga sekretaris panita penjaringan DPD II golkar Lamteng ini .

Sambungnya, Ersad mengatakan Golkar Lamteng mengenakan biaya administratif pendaftaran penjaringan sebesar Rp. 25 juta untuk bakal calon bupati dan Rp. 20 juta untuk bakal calon wakil bupati, karena partai Golkar Lamteng ingin melakukan penjaringan bacalon kada yang benar-benar serius untuk mengikuti pilkada pada 2020 mendatang bukan untuk iseng-iseng.

“Biaya administratif pendaftaran itu ada dan itu merupakan bagian dari salah satu mekanisme yang ada, karena kami (Golkar Lamteng) ingin melakukan penjaringan bagi bacalon yang serius bukan hanya iseng-iseng saja dan Golkar partai pemenang kedua di Lampung Tengah, kita punya 9 kursi di DPRD,” cetus mantan aktivis BEM dan HMI Lampung tersebut. (sbr)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com