Atasi Kemacetan Menahun, Mustafa Lebarkan Jalan Bandarjaya-Gunungsugih

Lampung Tengah – Sebagai ibukota kabupaten, perwajahan Bandarjaya-Gunungsugih terus diperbaiki. Tak hanya penataan pasar dan rehab Masjid Istiqlal, Pemkab Lampung Tengah juga menganggarkan Rp10 miliar untuk pelebaran jalan Bandarjaya-Gunungsugih.

Hal ini sebagai langkah pemerintah mengurangi kesemrawutan dan kemacetan lalulintas Bandarjaya-Gunungsugih khususnya di area Pasar Bandarjaya.

Plt. Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rohman mengatakan, anggaran Rp10 miliar diimplementasikan untuk pelebaran jalan 1,5 meter sepanjang 7.750 kilometer jalur Bandarjaya menuju Gunungsugih.

“Pelebaran jalan 1,5 meter masing-masing di kiri kanan jalan. Pelebaran jalan tersebut dilaksanakan dengan pengecoran menggunakan beton mutu K-250 dan pagu dana sebesar Rp10 miliar,” jelasnya, Rabu (6/9).

Taufik menambahkan, pelebaran badan jalan tersebut akan mulai dilaksanakan di bulan September ini. Dengan pekerjaan tersebut, jalan negara Gunungsugih-Bandarjaya yang semula lebar tujuh meter akan menjadi 10 meter dan diharapkan akan mengurangi kemacetan yang terjadi.

“Dimulai bulan September ini. Proyek pelebaran jalan juga disupport oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Ditjen Bina Marga melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (B2PJN) V. Semua telah menyetujui pembangunan pelebaran jalan negara di Lampung Tengah,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa mengatakan, saat ini Lampung Tengah bergerak cepat melakukan pembangunan, khususnya infrastruktur. Selain telah membangun jalan kampung terpanjang 704,62 kilometer dan jalan-jalan kabupaten, kini Pemkab juga tengah membangun infrastruktur strategis lainnya.

“Seperti Islamic Center, tugu gajah, tugu canang, ruang terbuka hijau, dan pembangunan lainnya. Insya Allah semua dimulai tahun ini, beberapa sudah mulai dikerjakan,” ujar Bupati Mustafa.

Terkait pelebaran jalan Bandarjaya-Gunungsugih, Bupati Ronda ini menuturkan pembangunan tersebut merupakan salah satu langkah strategis pemerintah mengatasi kemacetan di Bandarjaya.

“Selama ini Bandarjaya identik dengan kemacetan. Sebelumnya kita telah meluncurkan jalur KECE sebagai jalur alternatif. Dengan pelebaran jalan, mudah-mudahan kemacetan di Bandarjaya kian teratasi. Pasar Bandarjaya juga tidak lagi semrawut,” pungkasnya. (bnn)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com