Astaga, Tangan Siswa SMPN 10 Metro Patah Tulang di Sekolah

METRO – Lagi-lagi siswa SMPN 10 Metro tertimpa musibah di halaman sekolah. Sebelumnya Arif Fiko terbakar saat tengah kegiatan ekskul pramuka hingga viral di media sosial (Medsos) hingga saat ini kondisinya belum sembuh dan masih berbaring di Rumah Sakit. Kali ini kejadian musibah menimpa Adi Alfarizi kelas VII c, yang mengalami patah tangan sebelah kiri. Kejadaian tersebut terjadi pada Rabu 6 Desember 2017  di depan sekolah.

Mala Irawati (35) ibu korban menceritakan prihal kondisi putranya, pasca mengalami musibah hingga tulang tangan sebelah kiri patah dua bagian.

“Awalnya saya kaget mendapat informasi tersebut, Adi itu tinggal di rumah mbahnya di Jl. Jambu Kelurahan Yosomulyo Metro Pusat, dan Adi bersekolah di SMPN 10 Metro yang saat ini duduk di bangku kelas VIIc. Kalau orangtuanya tinggal di Desa Nunggalrejo Kabupaten Lampung Tengah,”ungkapnya, Senin (11/12/2017).

Lebih lanjut, Mala mengaku sempat kecewa terhadap pihak sekolah yang tidak memberikan informasi kepada keluarga Adi, terutama kedua orangtua saat usai jatuh kecelakaan di halaman sekolah.

“Info yang saya dapat sudah siang, usai Adi di bawa ke pengobatan alternative sangkal putung tulang di daerah Rawasari Metro Pusat. Lantaran merasa tidak puas dengan penaganan awal, keluarga kembali membawa Adi ke sangkal putung di Purbolinggo Lampung Timur. Sudah 3 kali ini dan alhamduliah kondisinya sudah mulai membaik, meskipun tangannya masih membengkak hitam, dan perban masih diikat sebab belum sembuh total,”paparnya.

Mala menambahakan Adi di bawa pulang baru 2 hari ini, saat kejadian Adi tengah ulangan semester dan Adi memang tinggal bersama kakeknya di Yosomulyo dekat dengan sekolah. “Jadi saat Adi sakit pihak sekolah guru sudah datang menjenguk mengantarkan soal lembar jawaban ulangan, dan sebagian teman nya sudah menjenguk. Hari sabtu ulangan sudah selesai, baru kita jemput bawa pulang ke rumah di desa Nunggalrejo Lamteng.

“Meskipun kecelakaan itu murni kesalahan Adi dan teman-temannya, ya paling tidak pihak sekolah ada itikat baik membantu biaya pengobatan hingga sembuh total. Toh kejadian itu masih di halaman sekolah pada saat jam istirahat, kalau pun pihak sekolah cuek dan lepas tanggan kami terima dan akan mengobati sampai sembuh total namanya anak sendiri. Saya buka warga Metro, tapi katanya Kota Metro sebagai Kota Pendidikan sekolah ramah anak, tapi nyatannya banyak kejadian kecelakaan serta kekerasan dilingkungan sekolah. Artinya pihak sekolah lalai memberikan pengawas terhadap siswa saat di sekolah, saya sangat kecewa semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” kesalnya.

Sementara itu, pantauan awak media di kediamabnya. Kondisi Adi sudah mulai membaik meskipun Adi enggan bangun dan beranjak dan kamar tidurnya.

Adi mengutarakan kejadian ini saat jam istirahat sekitar pukul 10.00 WIB Rabu 6 Desember 2017 lalu. “Saya dan teman-teman beli jajan di depan sekolah, saya dan teman-teman naik pagar dengan memajat pot bungga  lalu kepleset dan terjatuh kebawah kenak akar kayu dan ditimpa kedua teman karna sama-sama jatuh. Sepontan lantaran terasa tangan terasa sakit, langsung ke kantor dan kata guru tanganb kami patah ini, langsung di bawa ke sangkal putung. Sekarang sudah mulai mending, tapi buat gerak masih sakit nyeri dan linu,”keluhnya.

Sementara itu hingga berita ini di unggah di media sosial (Medsos), Kepala SMPN 10 Metro Drs. Supardi  belum bisa di konfimasi tentang musibah yang menimpa anak didiknya hingga patah tulang di halaman sekolah. (*)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com