METRO – Lagi-lagi SMPN 7 Metro mencoreng nama baik Kota Pendidikan. Belum genap se-bulan kasus siswa yang dikeluarkan sepihak oleh sekolah yang sempat heboh. Kini kabar mengejutkan kembali datang dari lembaga pendidikan tersebut.  Diduga oknum satpam berinisial R yang bertugas menjaga kemamanan di SMPN 7 Metro pukuli siswa hingga babak belur, Jumat (24/11).

Kepada awak media, Ketua Posbakum AAI Wilayah Metro- Lampung Timur  H. Darmanto, SH mengatakan bahwa orangtua korban saudara Anwar datang kekantornya. Bapak Anwar memintan pendampingan hukum terkait anaknya mendapat kekerasan dilingkungan sekolah.

“Dalam hal ini, klien menceritakan bahwa telah terjadi baku hantam antara oknum satpam dengan putranya yang bernama Z. Kejadian tersebut terjadi di dalam lingkungan sekolah,” ungkapnya seperti dilansir dari Penalampungnews.com.

Lebih lanjut, didamping orangtua korban  Darmanto menguraikan kronologis yang diceritakan, bahwa Z putranya hendak melerai adanya kesalah pahaman antara teman sekolahnya, bahwa ada siswi kelas VII. Sedang ganti baju yang diintip oleh teman lelaki, namun cwoknya si siswi tidak terima dan terjadilah keributan dan Z ingin melera. Namun,hal tersebut diketahui oknum satpam dan memicu emosio yang membabi buta.

“Dimana tiba-tiba oknum satpam ini memegang leher Z serta memukuli berulang kali, hingga mengalami luka dan babak belur dibagian wajah. Kini korban juga sudah melakukan visum ke RSU A.Yani Kota Metro,”jelasnya.

Darmanto berharap pihak sekolah untuk sehera meluruskan persoalahan ini, agar tidak berlarut-larut dan bila tidak segera disikapi. Pihaknya akan mengambil jalur hukum.

Sementra itu, kepala SMPN 7 Metro Repiyati belum bisa dikonfirmasi tentang duduk permasalah arogansi oknum satpam yang membuat anak didiknya babak belur ditangannya. (*)   

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com