Astaga Gara-Gara Ini, Warga Mulyojati Nyaris Ribut di TPU

METRO – Kerja bakti gotong-royong yang di komandani pamong RT RW se- Kelurahan Mulyojati 16c Kecamatan Metro Barat Kota Metro, diareal tempat pemakaman umum (TPU) jalan Suekarno Hatta yang tadinya guyup dan rukun tiba-tiba  nyaris ribut sekitar pukul 09.00 WIB, Jum’at (17/11/2017).

Dikonfirmasi awak media, Lurah Mulyojati Triyono, S.Sos membenarkan hal tersebut. Ia mengaku permasalahan ini hanya miss komunikasi saja, sudah di bicarakan secara musyawarah kekeluargaan.

“Kronologis awal mula cek-cok warga yang tinggal di sekitar lokasi TPU dengan pamong dan warga yang ikut kerja bahkti membongkar 1 unit eks rumdis penjaga sekolah SDN 5 Metro Barat yang sudah tidak ditempati. Kemudian beberapa warga mencoba membersihkan pohon dan pagar dibelakang rumah yang berbatasan dengan makam,”ungkapanya.

Lebih lanjut, kata Triyono warga yang tinggal disekitar TPU tidak terima pagar rumahnuya dirusak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sejak 2014 silam sudah ada SK Walikota No:480/KPTS/LTD-5/2014 tentang penetapan alih fungsi tanah yang bangunannya sudah tidak dimanfaatkan, penghapusan bangunan dan penghapusan peralatan dan mesin daftar barang inventarisir milik Pemnkot Metro.

” Ada 5 unit bangunan rumah, 1 unit sudah kosong tidak ditempati. Lahan yang ditempati tersebut milik asset Pemkot Metro. Lurah pada saat itu mengusulkan alih fungsi tanah rumah dinas SDN 5 Metro Barat untuk perluasan lahan TPU Mulyojati melalui Camat ke BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daearh). Camat Metro Barat berkewajiban melakukan eksekusi atas keputusan tersebut dengan merobohkan bangunan,”paparnya.

Berjalnya waktu, tambah Triyono asset tersebut tetap ditempati warga yang merupakan abdi Negara pegawai di lingkungan Pemkot Metro.

 “Secara lisan sudah di himbau agar segera mengosongkan rumdis tersebut. Menginat dan menimbang agar digunakan perluasan TPU, tapi memang belum diberikan surat secara resmi untuk mengosongkan. Tadinya ketua RT RW gotong royong membongkar 1 rumdis yang tidak ditempati, sudah kita arahkan jangan merusak pagar yang masih ditempati, karna banyak orang ada yang membongkar pagar sehingga nyaris terjadi keributan,”jelasnya.

Sementara ini lurah belum melayangkan surat tertulis kepada penghuni rumdis,hanya masih cara pendekatan secara persuasive. Cepat atau lambat kita juga akan tegas melayangkan surat pemberitahuan  dengan waktu pengosongan 4-5 bulan kedepan.

Disinggung soal luas lahan TPU, Triyono menyebutkan total keseluruhan 5.301 meter persegi termasuk rumdis yang saat ini dirempati.

“Saya juga baru mengetahui TPU ini digunakan jadi satu makam non muslim dan muslim, jadi ini rencananya karna ada perluasan TPU akan di pisah. Dipojok depan masih ada lahan kosong yang saat ini ditanami singkong dan umbi-umbian oleh juru kunci makam,”ujarnya.

Sementara itu, Hendro (34) penghuni rumdis menyatakan tidak keberatan bilamana rumah yang ditempatinya dibongkar oleh Pemkot Metro untuk perluasan TPU.

“Saya tidak keberatan, namun dengan catatan lahan TPU tersebut terisi penuh, pasalnya masih ada lahan luas di sebelah pojok depan yang saat ini ditanami singkong. Kenapa tidak mengunakan lahan itu dulu. Cepat atau lambat kami juga meninggalkan lokasi ini,”pungkasnya.

Ditempat yang sama, pamong dan Ketua RT RW setempat enggan memberikan komentar kepada awak media terkait keributan warganya dilokasi TPU. “Biar lurah saja yang menjelaskan duduk permasalahanya, ini kita bongkar 1 unit eks rumdis kosong juga atas dasar instuksi Camat dan Lurah,” cetus pamong. (*)


 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com