Ada Data Ganda Wajib Pajak di Tejosari

METRO – Kelurahan Tejosari memiliki 9 RW dan 24 RT. Jumlah keseluruhan, ada sekira 1.383 wajib pajak, dengan total Rp63.570,77. Akan tetapi data tersebut belum kongkret. Masih add a beberapa data ganda.

Hal tersebut disampaikan oleh Ansyori, Lurah Tejosari, Senin (02/04/2018), dalam kegiatan pembagian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang, Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB), tahun 2018. Turut hadir, Sekertaris Lurah (Seklur) Tejosari, Retno Mulyani, dan seluruh pamong RT RW se-Kelurahan Tejosari. “SPPT PPB yang diberikan dari Bappeda masih ada yang dobel. Jadi ada yang satu orang itu dapat Dua SPPT yang sama, makanya ini akan kami laporkan kepada Bappeda agar dihapus,” paparnya.

Sementara Retno Muryani mengatakan, Kelurahan Tejosari terhutang karena ada bidang tanah yang tidak ada, namu SPPT PBBnya tetap dicetak. “Nah itu juga yang menjadi masalah Mas, kenapa PBB Tejosari tidak pernah seratus persen. Hal itu juga nanti yang ingin saya laporkan ke Bappeda,” ungkapnya.

Retno mengemukakan, akan menyelesaikan masalah PBB di Kelurahan Tejosari. “Mulai sekarang para pamong kami buatkan buku bukti pembayaran. Jadi nanti kalau warganya bayar ditulis dibuku itu, lalu kalau sudah bayar semua disetorkan ke kelurahan, jumlahnya berapa disitu kan nanti ketahuan. Setelah itu, saya bawa ke bank dan bukti penyetoran dari bank saya serahkan kepada pamong sebagai bukti bahwa uangnya sudah saya setorkan, jadi tidak ada kecurangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa PPB di Kelurahan Tejosari tahun 2017 hanya 74 persen. “Ya mudah-mudahan dengan ditertibkan, PBB di Tejosari bisa seratus persen tahun ini,” pungkasnya. (cat)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten mengandung hak cipta dari LampuIJO.com